Menurut laporan keuangan PLN yang dipublikasikan, Kamis (31/3/2011), tergerusnya laba tersebut disebabkan karena meningkatnya beban usaha dari Rp 135,275 triliun di 2009 menjadi Rp 149,108 triliun.
Sementara dari sisi pendapatan usaha mengalami peningkatan dari Rp 145,222 triliun di 2009 menjadi Rp 162,375 triliun. Dari pendapatan usaha tersebut, penjualan listrik mengalami kenaikan dari Rp 90,172 triliun pada 2009 menjadi Rp 102,973 triliun di 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan beban usaha paling besar adalah dari biaya bahan bakar dan pelumas plus kepegawaian. Biaya bahan bakar dan pelumas meningkat dari Rp 76,235 triliun di 2009 menjadi Rp 84,190 triliun. Biaya kepegawaian juga meningkat dari Rp 9,758 triliun di 2009 menjadi Rp 12,954 triliun di 2010.
Dari sisi penghasilan lain-lain justru mengalami kerugian akibat turunnya laba kurs, meski penghasilan bunga naik. Laba kurs PLN di 2010 turun tajam menjadi hanya Rp 2,237 triliun dibandingkan 2009 yang sebesar Rp 7,577 triliun.
Hingga akhir 2010, PLN tercatat memiliki aset sebesar Rp 369,560 triliun naik dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp 333,713 triliun.
(qom/dnl)











































