Hal ini disampaikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (6/4/2011).
"Sekarang banyak bantuan dari Chevron dan dari banyak perusahaan minyak sama-sama kita berusaha melokalisir tangki T-104," jelas Mustafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melakukan pemantauan pagi ini kondisi sudah lebih baik dari kemarin, memang kemarin angin kencang api yang sudah padam, kena aliran panas jadi timbul api lagi karena foam dipermukaan terbelah, api menyambar permukaan minyak," tutur Mustafa.
Mengenai penyebab kebakakaran, Mustafa mengatakan belum mengetahi karena proses penyelidikan diserahkan kepada pihak Kepolisian.
"Penyebabnya sedang dalam proses Polisi dengan forensik kita belum bisa menyimpulkan kita tunggu saja dulu," imbuh Mustafa.
Begitu juga dengan kerugian, sampai saat ini belum diketahui karena pemerintah dan Pertamina masih fokus untuk memadamkan api. "Yang penting kita selesaikan dulu kebakaran di lapangan," kata Mustafa.
Seperti diketahui, Pertamina terus fokus melakukan pendinginan dan proteksi terhadap tanki 32 T 104. Hal ini merupakan tindakan antisipasi terkait api yang kembali menyala di tangki 31 T-7 Kilang Cilacap agar tidak menjalar ke tangki 32 T-104.
Sejumlah alat seperti Fire Truck Ladder (Snorkel) dan alat lainnya digunakan maksimal untuk membentuk tirai air di tangki 32 T-104 sehingga dapat menahan hawa panas dari api di tangki 31 T-7.
Sebelumnya, api di tangki tersebut sudah berhasil dipadamkan pada pukul 10.35 WIB. Namun karena angin yang cukup besar membuat fluida panas yang tersisa di dalam tangki 31 T-7 memecah foam yang sudah menutupi permukaan fluida.
Tangki 31 T-7 merupakan tangki terakhir yang terbakar setelah sebelumnya tangki 31 T-2 dan tangki 31 T-3 sudah padam sejak Minggu (3/4/2011).
(dnl/qom)











































