Hal ini disampaikan oleh Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo ketika ditemui seusai menghadiri rapat yang dilaksanakan di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta (21/4/2011).
"Kita mau ambil konsultan untuk menilai itu apakah ini bisa menurunkan. Implikasinya seperti apa," jelas Djaelani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara konsumsi premium justru naik sekitar 2%. Diduga ada perpindahan konsumsi dari pertamax ke premium karena harga yang makin mahal.
Seperti diketahui, rencana pembatasan konsumsi BBM subsidi batal dilakukan 1 April 2011 ini. Pemerintah mengambil langkah lain, salah satunya menyebar spanduk di SPBU agar masyarakat mampu sadar tak menggunakan BBM subsidi. Langkah tersebut dinamakan Pertamaxisasi.
Sebelumnya, data BPH Migas menyebutkan tingkat konsumsi BBM bersubsidi meningkat. Di Maret 2011, penggunaan bensin premium mencapai 2,07 juta kiloliter (KL), atau naik 2,68% dibanding Februari 2011.
(dnl/hen)











































