Ckckck..Masih Ada Alphard yang Tenggak Premium

Ckckck..Masih Ada Alphard yang Tenggak Premium

- detikFinance
Senin, 25 Apr 2011 15:09 WIB
Ckckck..Masih Ada Alphard yang Tenggak Premium
Jakarta - Segala macam cara imbauan yang dibuat pemerintah dan Pertamina agar masyarakat mampu memakai premium ternyata tak efektif. Berbagai mobil mewah termasuk Toyota Alphard juga masih menikmati premium.

Demikian disampaikan oleh Firmansyah Rudi, salah satu pengawas SPBU di bilangan Jalan Pramuka kepada detikFinance, Senin (25/4/2011).

"Di lapangan masih banyak yang isi Premium. Alphard saja masih ada yang ngisi Premium, termasuk juga Honda CRV," kata Firmansyah yang juga menjadi salah satu peserta pelatihan petugas SPBU yang diadakan oleh pemerintah hari ini (melalui KESDM/Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirinya menilai sejauh ini usaha pemerintah mencoba memasangi spanduk imbauan supaya masyarakat yang mampu tidak membeli BBM bersubsidi dinilai tidak efektif. Para konsumen, dengan naluri ekonominya, cenderung masih mencari harga yang lebih murah.

Firmansyah mengatakan bahwa petugas SPBU di lapangan sendiri pun kesulitan untuk mencoba mengalihkan pelanggan membeli Pertamax.

"Maka itu, lebih baik harga disamakan (premium dinaikkan). Pengusaha SPBU juga tidak akan pusing juga kan, ini pasti sulit kalau pembatasan BBM subsidi," terang Firmansyah.

Jika harga premium dinaikkan, maka konsumen menjadi bimbang, sehingga cenderung memilih pertamax dengan alasan kualitas pertamax lebih baik ketimbang membeli premium yang harganya naik hampir menyusul pertamax.

"Konsumen kan sejauh ini raja, di mana dia mau beli (premium atau pertamax) kita akan layani. Kita juga sebetulnya kashian sama tukang ojek, atau tukang sayur yang berhak mendapatkan BBM subsidi, tapi lebih baik dinaikkan saja harganya (premium).” Jelas Firmansyah.

Selain mobil mewah, Firmansyah mengatakan kendaraan pelat merah atau kendaraan TNI masih terus mengisi bahan bakar subsidi.

"Waktu itu kan dibilang bahwa mobil pelat merah, atau mobil TNI tidak boleh isi premium. Yang diperbolehkan hanya kendaraan pelat kuning, motor, angkutan umum, ambulan, mobil pemadam kendaraan. Tapi sekarang ini masih banyak mobil-mobil pelat merah atau mobil TNI masih beli," ucap Firmansyah.

Seperti diketahui, rencana pembatasan konsumsi BBM subsidi batal dilakukan 1 April 2011 ini. Pemerintah mengambil langkah lain, salah satunya menyebar spanduk di SPBU agar masyarakat mampu sadar tak menggunakan BBM subsidi.

Untuk awal, spanduk hanya kan disebar di Jabodetabek mulai awal April ini. Namun untuk ke depannya di seluruh Indonesia spanduk tersebut akan disebar.

 Sampai saat ini pemerintah dengan cara himbauan tersebut sudah membuat cara lain melalui iklan struk pembelian BBM, dan juga melatih para petugas (supervisor) SPBU yang nantinya akan disosialisasikan kepada operator di SPBU untuk terus menghimbau masyarakat yang mampu tidak membeli BBM bersubsidi (premium cs).

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads