FEUI : Lebih Baik Menaikkan Harga Premium Ketimbang 'Dihabisi'

FEUI : Lebih Baik Menaikkan Harga Premium Ketimbang 'Dihabisi'

- detikFinance
Minggu, 01 Mei 2011 12:40 WIB
Jakarta - Menaikan harga premium dinilai lebih baik daripada menghilangkan bahan bakar premium (subsidi). Namun, harga jual premium ke pada masyarakat harus lebih rendah dibanding dengan harga pertamax.

Demikian disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Firmanzah ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Minggu (1/5/2011).

"Bisa saja menjual harga pokoknya, tetapi harganya tidak setinggi pertamax," kata Firmanzah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Firmanzah, rencana menghilangkan premium dinilai terlalu terburu-buru karena premium sudah terlalu dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Selain itu, kata Firmanzah, penghapusan ini dapat menimbulkan dampak dari segi sosial dan ekonomi.

"Premium sudah menjadi urat nadi perekonomian. Penghapusan akibatnya dapat merembet ke persoalan sosial dan ekonomi," katanya.

Firmanzah menambahkan, wacana yang dicetuskan Menteri Keuangan seharusnya dijadikan rencana jangka panjang. Untuk saat ini, solusi yang baik adalah menaikan harga premium secara bertahap.

"Rencana Pak Agus itu dalam jangka panjang, sekarang itu bertahap saja dinaikan," tuturnya.

Imbauan pemerintah, lanjut Firmanzah, untuk menggunakan bahan bakar pertamax juga dinilai tidak terlalu efektif. Belum tentu pengguna kendaraan pribadi mengikuti ajakan pemerintah tersebut.

"Mengajak kan belum tentu mengharuskan, praktiknya akan sangat sulit di lapangan," katanya.

Firmanzah juga mengimbau agar pemerintah mau memasukan mobil yang irit BBM ke Indonesia agar masyarakat Indonesia dapat mengganti mobil yang boros BBM menjadi mobil irit BBM.

"Instrumen lain, memberi pajak 0% untuk mobil listrik. Jadi, masyrakat bisa ganti dari mobil pemakan bensin jadi irit bensin," katanya.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan pemerintah akan menghapus BBM jenis premium dan juga tidak akan memberikan subsidi untuk Pertamax. Kapan waktunya, masih sangat tergantung dengan koordinasi kementerian energi sumber daya mineral (ESDM) dan DPR.

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads