Demikian disampaikan oleh Kepala Divisi Humas, Sekutiri, dan Formalitas BP Migas, Gde Pradnyana ketika dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (16/5/2011).
"Jadi di sana sedang ada development sumur lama di daerah Tanggulangin. Mereka sedang ada pekerjaan pendalaman sumur lama, well service. Selain itu, sedang diusulkan untuk mengebor 7 sumur baru. Itu di Tanggulangin juga," ucap Gde.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari BP Migas sudah masuk laporannya, dan laporan tersebut sedang dalam evaluasi," lanjut Gde.
Disampaikan olehnya, usulan dari Lapindo untuk pengeboran 7 sumur baru tersebut dilaksanakan dalam rangka membantu produksi gas dari Wunut yang sudah mulai menurun. Diperkirakan, ketujuh sumur tersebut dapat memproduksi sekitar 500 barel minyak per hari dan 10 MMSCFD gas.
"Ada produksi gas dari Wunut yang sudah mulai menurun jadi harus dicari gantinya. Maka itu mereka mengusulkan untuk tujuh sumur tambahan," terangnya.
Seperti diketahui, PT Lapindo Brantas berencana melakukan pengeboran lagi di Sidoarjo, Jawa Timur. Lokasi pengeboran terletak tak jauh dari semburan lumpur lama. Lapindo pun mulai gencar mendekati warga untuk memuluskan rencananya ini.
Sebanyak 7 sumur baru tersebut akan digali dengan kedalaman hingga 3.400 meter di Formasi Pucangan. Lapindo berjanji pengeboran baru ini aman dari kebocoran.
"Sumur sekarang yang ada operasionalnya normal-normal saja tidak ada semburan. Kita nanti di sampingnya, dengan kedalaman yang sama, artinya kan aman. Wong sumur sekarang aman," kata Juru Bicara Lapindo Brantas Inc, Diaz Roychan,Jumat (13/5/2011) lalu.
(nrs/qom)











































