Harga Bensin Premium di Kaltim Capai Rp 7.000 per Liter

Harga Bensin Premium di Kaltim Capai Rp 7.000 per Liter

- detikFinance
Rabu, 18 Mei 2011 15:09 WIB
Harga Bensin Premium di Kaltim Capai Rp 7.000 per Liter
Samarinda - Kelangkaan BBM premium di sejumlah kota di Kalimantan Timur (Kaltim), masih berlangsung lebih dari sepekan ini. Kelangkaan itu menyebabkan harga premium eceran merangkak naik menjadi Rp 7.000 per liter.

Pantauan detikFinance di Samarinda, SPBU di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, menutup penjualan premium lantaran kekosongan stok. Pengendara roda dua dan roda empat, menelan kekecewaan. Pemandangan serupa juga terjadi di SPBU di kawasan Palaran, Samarinda, yang juga tidak menjual premium.

Sulitnya memperoleh premium, mengakibatkan antrean panjang penumpukan kendaraan di sejumlah SPBU lainnya. Pengamatan detikFinance di SPBU 61.751.02 milik Pertamina di Jalan Slamet Riyadi, Karang Asam, ratusan kendaraan roda empat dan roda dua mengantre pengisian premium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian halnya antrean panjang, juga berlangsung di SPBU di Jalan Ir H Juanda serta di SPBU di Jalan PM Noor, yang diserbu pemilik kendaraan untuk mengisi premium kendaraan mereka.

"Aduh mas, ini antrean seperti ini, kapan selesainya ya? Saya tinggal di Samarinda Seberang, cari premium sampai ke sini," kata warga Jalan Cokroaminoto Samarinda Seberang, Ramadani, kepada detikFinance, Rabu (18/5/2011) siang WITA.

Kesulitan memperoleh premium, menyebabkan premium eceran di berbagai ruas jalan di Samarinda, merangkak naik Rp 6.000 per liter dari harga normal Rp 5.000 per liter. Bahkan harga premium di Loa Ipuh, Kutai Kartanegara, mencapai harga Rp 7.000 per liter.

"Mau bagaimana lagi? SPBU tidak ada bensin. Yang ada malah di penjual eceran dapatnya harga Rp 7.000 per liter," sebut warga Loa Ipuh, Mukmin, ketika dihubungi detikFinance.

Pantauan detikFinance, kelangkaan premium yang terjadi di berbagai kota di Kaltim seperti Samarinda, Tenggarong, Bontang, Melak, dan Sengatta, juga mengundang sorotan anggota DPRD Kaltim Syaparuddin.

"Aneh dan sangat tidak wajar kalau di Kaltim, kelangkaan premium. Apalagi sudah hampir 2 pekan ini," tegas Syaparuddin.

"Di Kutai Kartanegara, saya terima keluhan dari masyarakat setempat, premium menyentuh harga Rp 14.000 per liter," ujarnya.

Dijelaskan Syaparuddin, dengan terjadinya kelangkaan premium tersebut menunjukkan tidak jalannya koordinasi Pemerintah Provinsi Kaltim dengan Pertamina untuk mencukupi kebutuhan BBM khususnya jenis premium.

"Koordinasi tidak jalan. Kelangkaan hampir 2 pekan sudah tidak dapat ditolerir," sebut Syaparuddin.

Masih dari pantauan detikFinance, SPBU 61.751.02 milik Pertamina di Jalan Slamet Riyadi, akhirnya menutup pompa pengisian premium setelah terjadi antrean ratusan kendaraan, lantaran kehabisan stok premium. Sedangkan antrean ratusan kendaraan, kembali terjadi di SPBU 64.751.02 di Jalan RE Martadinata, Teluk Lerong, Samarinda.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads