Demikian disampaikan oleh Kepala BP Migas R. Priyono dalam rapat dengar pendapat bersama dengan Komisi VII DPR RI yang diadakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/5/2011).
"Terdapat beberapa kendala pada 29 KKKS yang belum mencapai target produksi," singkatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan penyampaian yang disampaikan oleh Priyono, berikut ini adalah daftar KKKS yang belum mencapai target produksi minyak di APBN 2011:
1. Kodeco Energy
- Target APBN 2011: 29.000 barel per hari (bph)
- Realisasi April 2011: 15.714 bph (-13.286 bph)
- Target APBN 2011: 370.000 bph
- Realisasi April 2011: 359.312 bph (-10.688 bph)
- Target APBN 2011: 61.000 bph
- Realisasi April 2011: 50.373 bph (-10.625 bph)
- Target APBN 2011: 132.000 bph
- Realisasi April 2011: 123.100 bph (-8.990 bph)
- Target APBN 2011: 94.000 bph
- Realisasi April 2011: 89.393 bph (-4.607 bph)
- Target APBN 2011: 4.000 bph
- Realisasi April 2011: 191 bph (-3.809 bph)
- Target APBN 2011: 3.500 bph
- Realisasi April 2011: 668 bph (-2.832 bph)
- Target APBN 2011: 40.000 bph
- Realisasi April 2011: 37.811 bph (-2.189 bph)
- Target APBN 2011: 3.000 bph
- Realisasi April 2011: 995 bph (-2.005 bph)
- Target APBN 2011: 3.700 bph
- Realisasi April 2011: 1.865 bph (-1.835 bph)
- Target APBN 2011: 124.240 bph
- Realisasi April 2011: 111.932 bph (-12.308 bph)
- Target APBN 2011: 864.440 bph
- Realisasi April 2011: 791.266 bph (-73.174 bph)
"Tidak tercapainya produksi di Chevron Pacific Indonesia, karena ada 369 sumur yang berhenti produksi karena adanya pengentalan minyak pipa penyalur akibat hujan. Sehingga temperaturnya turun secara drastis," ujarnya mencontohkan.
Selain itu, dirinya memberi contoh lain seperti pada Kodeco Energy yang mengelola Blok West Madura Offshore (WMO) mengalami penurunan akibat terlambatnya perpanjangan kontrak PSC (saat ini dikelola Pertamina).=
(nrs/dnl)











































