Berdasarkan data BPH Migas, Hal ini disebabkan, realisasi angka konsumsi Premium dari Januari-April 2011 adalah 7.884.000 KL. Namun jumlah itu sudah meningkat menjadi 9.992.136 KL (Kiloliter) untuk periode Januari-Mei 2011.
"Kenaikan dari April ke Mei per harinya mencapai 1,68% untuk Premium," kata Tubagus Haryono, selaku Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (9/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selebihnya, BPH Migas sendiri memperkirakan konsumsi Premium sampai akhir Desember 2011 bisa tersedot hingga 25.007.089 KL. Proyeksi tersebut dinilai berdasarkan realisasi Januari-Mei 2011.
Seperti diketahui, sampai saat ini konsumsi Premium memang sudah melebihi kuota yang ditetapkan dalam APBN 2011 untuk konsumsi harian.
Dalam penyampaian pihak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM) beberapa waktu lalu, konsumsi Premium masih berada 4,1% di atas kuota harian yang ditentukan pemerintah. Dari jatah 63,54 ribu KL per hari, realisasinya mencapai 66,16 ribu KL (realisasi sampai 31 Mei 2011).
Penyebab tingginya konsumsi Premium ini pun disebabkan karena banyak hal, dari masih tingginya disparitas harga antara Premium dengan Pertamax, hingga belum jelasnya kebijakan pemerintah menyikapi BBM seharga Rp 4500/liter ini yang konsumsinya selalu 'bobol' tiap tahun.
Berikut ini Realisasi konsumsi BBM PSO Jan-Mei 2011:
- Premium: 9.992.136 KL
- Kerosin: 779.721 KL
- Solar: 5.708.594 KL
- Total: 16.480.451 KL
Berdasarkan realisasi Jan-Mei maka proyeksi sampai akhir Desember 2011:
- Premium : 25.007.089 KL
- Kerosin : 1.769.362 KL
- Solar : 14.577.638 KL
- Total : 41.354.089 KL.
Over/under Kuota berdasarkan trend Realisasi tahun sebelumnya:
- Premium: 7,46%
- Kerosin: -25,52%
- Solar: 10,24%
- Total: 6,16%.
Kenaikan dari April ke Mei per hari:
- Premium: 1,68%
- Kerosin: -7,73%
- Solar: 1,63%
- Total: 1,22%.
(nrs/qom)











































