Harga Minyak Mentah RI Turun Jadi US$ 113,82/Barel

Harga Minyak Mentah RI Turun Jadi US$ 113,82/Barel

- detikFinance
Minggu, 03 Jul 2011 09:52 WIB
Harga Minyak Mentah RI Turun Jadi US$ 113,82/Barel
Jakarta - Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) dalam bulan Juni 2011 mengalami penurunan dibandingkan bulan Mei 2011.

Berdasarkan Tim Harga Minyak Mentah Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM yang dikutip detikFinance Minggu (3/7/2011), harga Minas/SLC turun sebesar US$ 2,57/barel dari US$ 117,89/barel menjadi US$ 115,32/barel. Untuk harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) turun sebesar US$ 1,36/bbl dari US$ 115,18/barel menjadi US$ 113,82/barel.

Penyebab turunnya harga ICP karena perkembangan harga minyak mentah di pasar internasional. Diantaranya dipicu oleh International Energy Agency (IEA) tentang pelepasan cadangan strategis minyak mentah dari sejumlah negara anggotanya sebesar 60 juta barel (2 juta barel per hari selama 30 hari).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu dipicu adanya masalah kekhawatiran pasar akibat belum adanya penyelesaian yang komprehensif atas krisis hutang di Yunani, rencana Arab Saudi untuk meningkatkan produksinya hingga 10 juta bph setelah OPEC gagal memperoleh kesepakatan peningkatan kuota produksi. Faktor melemahnya perekonomian global yang diindikasikan oleh meningkatnya pengangguran di AS dan menurunnya aktivitas industri di kawasan Eropa khususnya di UK dan Prancis.

Walaupun harga minyak mentah Indonesia mengalami penurunan tetapi tertahan oleh kegagalan negara-negara OPEC memperoleh kesepakatan untuk meningkatkan kuota produksi pada pertemuan 8 Juni 2011 di Viena. Tingginya import minyak mentah China, misalnya pada bulan Mei meningkat 20,8% dibandingkan data tahun lalu turut mempengaruhi.

IEA meningkatkan proyeksi konsumsi minyak dunia tahun 2011 yang mencapai 89,3 juta bph atau meningkat sebesar 0,1 juta bph dibandingkan proyeksi bulan lalu. Juga menurunnya stok minyak mentah AS dan kondisi geopolitik di Afrika Utara dan Timur Tengah, khususnya peperangan yang berkepanjangan di Libya ikut menjadi andil penurunan harga.

Khusus untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga disebabkan turunnya konsumsi minyak Jepang hingga 0,38 juta bph (data April 2011) pasca bencana besar gempa dan tsunami. Penurunan konsumsi yang terjadi diakibatkan berkurangnya konsumsi produk minyak untuk keperluan penerbangan, transportasi darat dan aktivitas industri. Namun demikian konsumsi minyak jenis direct burning crude di Jepang cenderung meningkat.

Berikut ini perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Juni 2011 dibandingkan bulan Mei 2011:



  • WTI (Nymex) turun sebesar US$ 5,07/bbl dari US$ 101,36/bbl menjadi US$ 96,29/bbl.
  • Brent (ICE) turun sebesar US$ 0,61/bbl dari US$ 114,51/bbl menjadi US$ 113,90/bbl.
  • Tapis (Platts) turun sebesar US$ 2,16/bbl dari US$ 121,48/bbl menjadi US$ 119,32/bbl.
  • Basket OPEC turun sebesar US$ 0,82/bbl dari US$ 109,94/bbl menjadi US$ 109,12/bbl.
 

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads