Ketuk palu dilakukan oleh Ketua Komisi VII DPR RI, Teuku Riefky Harsya seusai pendalaman dan penyampaian terkait RAPBN-P 2011 oleh Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh sampaikan.
"Komitmen dari ESDM untuk mendukung BP Migas (Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas) dalam arti menyelesaikan permasalahan yang ada di sektor migas ESDM sehingga target maksimum yang harus memerlukan kebijaka drastis harus dibantu," kata Teuku memberi catatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami optimistis angka 945 ribu bph bisa dicapai. Syaratnya memang tidak mudah, yakni dengan membuat kebijakan atau terobosan agar kendala di lapangan bisa diatasi khususnya terkait tumpang tindih lahan yang ada didaerah," tanggap Darwin Zahedy Saleh.
Seperti diketahui, pihak KESDM sebelumnya mengusulkan perubahan angka produksi minyak yang tadinya ditetapkan sebesar 970 ribu bph untuk APBN 2011 menjadi 945 ribu bph. Begitu juga dengan patokan harga minyak Indonesia yang tadinya ditetapkan US$ 80 per barel menjadi US$ 95 per barel.
(nrs/dnl)











































