Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Tubagus Haryono mengatakan, beberapa oknum industri menggunakan modus outsorcing untuk memakai BBM subsidi yang diambil dari SPBU.
"Ini yang kita lagi pencarian dan pengumpulan data. Jadi ada yang dilakukan tim PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) terhadap industri tertentu, modusnya macam-macam. Jadi mereka ada siasat, mereka ada modus outsourcing," katanya ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (22/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau secara langsung kan mereka nggak boleh, jadi ada siasat-siasat seperti itu. Mereka pakai kendaraan umum, kan masih boleh pakai BBM bersubsidi. Mereka menyewa kendaraan masyarakat yang notabenenya boleh memakai BBM bersubsidi," terangnya.
Pihaknya saat ini sedang melakukan pencarian dan pengumpulan data. Karena kemungkinan penyelewengan karena niat dari pihak SPBU atau industri sendiri.
"Pihak industri juga nantinya bisa membeli BBM bersubsidi dengan harga di atas harga subsidi dan di bawah harga keekonomian. Maka itu, ini merupakan tindakan penyalahgunaan," tutur Tubagus.
Hal ini menurutnya kerap terjadi. Bahkan ada juga oknum-oknum tertentu yang membekingi aksi penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.
"Ya memang ada bekingan terkadang, saya berani bilang kalau ini ada yang dibekingi. Maka itu kita masih mengawasi ini terus," ungkapnya.
(nrs/dnl)











































