Demikian disampaikan Jarman, selaku Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) di kantor KESDM, Jakarta, Jum'at malam (22/7/2011).
"Jadi nanti akan diberi buku panduan, agar masing-masing kepala kantor yang menangani rumah tangga itu mengkontrol dan membuat laporan tentang penghematan konsumsi listrik. Jadi ini dimulai melalui pemerintah untuk memberi contoh, dan habis itu ke BUMN-BUMN. Kita harapkan kalau konsisten dilakukan maka bisa mencapai 20% penghematan listrik," harap Jarman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di-manage, hanya dinyalakan hanya saat jam kantor dan sebelum jam kantor selesai harus sudah dimatikan. Itu bisa menghemat besar, dan lampur yang boros-boros diganti dengan lampu hemat listrik," pintanya selagi memberi contoh.
Penghematan ini perlu dilakukan dari sisi pemerintahan untuk merubah mind-set akan hemat listrik di pemerintah. "Ini akan dilakukan bertahap untuk pemerintah dan BUMN, supaya bisa merubah mind set dan memberi contoh," kata Jarman.
Sebelumnya, Presiden SBY telah mengeluarkan perintah agar dilakukan kembali gerakan hemat energi di jajaran pemerintahan. Keberhasilannya pada 2005 dan 2008, harus bisa diulang.
Demikian salah satu agenda rapat kabinet, Kamis (21/7/2011), yang disampaikan Presiden SBY dalam pembukaannya. Rapat digelar di Kantor Presiden, Jakarta.
"Beberapa hari lalu saya sudah keluarkan perintah penghematan energi di jajaran pemerintahan. Hari ini kita bahas bagaimana pelaksanaan penghematan listrik dan BBM," kata SBY.
Menurutnya gerakan menghemat penggunaan listrik dan BBM perlu digiatkan kembali. Sebab harga minyak mentah dunia yang terus meninggi belakangan ini belum juga menunjukkan tanda-tanda akan turun dalam waktu dekat.
(nrs/ang)











































