Demikian disampaikan VP Corporate Communication Pertamina Mochammad Harun dalam jumpa pers yang dilaksanakan di rumah makan di kawsan Cikini, Jakarta, Kamis (28/7/2011).
"Memang jelang puasa dan lebaran di tahun ini tidak mudah, kami akan all out. Kami siapkan cadangan untuk tambah pasokan BBM secara nasional dengan tambahan 10% dari biasanya dan kita lebih menekankan untuk kebutuhan transportasi," kata Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di bulan sebelumnya kita biasanya impor sekitar 4 juta barel untuk premium. Sedangkan untuk impor solar kita biasanya sekitar 2,5 juta barel," jelas Harun.
Untuk jatah BBM, pihak Pertamina akibatnya menambah kuota harian. Untuk premium pihaknya melepas stok BBM menjadi 68 ribu kiloliter (KL) per hari dari yang biasanya dilepas sebanyak 62 ribu KL per hari.
Sedangkan, untuk BBM solar pihaknya melepas sebanyak 77 ribu barel per hari dari biasanya sebanyak 70 ribu barel per hari. "Untuk solar, angka tersebut merupakan angka untuk transportasi dan industri, jadi ada subsidi dan non-subsidi. Jadi untuk solar subsidi, dari 30 ribu KL menjadi 33 ribu KL per hari," rinci Harun.
"Ini kita share ke SPBU. Jadi kami minta SPBU dan Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas) unuk sediakan stok BBM minimum dua hari di SPBU mereka. Ini dilakukan untuk antisipasi bertambah padatnya lalu lintas jelang puasa," ujar Harun.
Secara harian, Harun mengatkan stok BBM Pertamina berada pada posisi 20 hari ke depan sudah disiapkan.
"Untuk BBM Aviasi (penerbangan), karena jelang lebaran arus pan juga tinggi. Kita mengimpor minyak untuk avtur mencapai 570 ribu barel di bulan Agustus saja. Biasanya di hari-hari biasa kita tidak pernah impor, ini hanya untuk persiapan build up stock saja," tambahnya.
(nrs/dnl)











































