Adaro Produksi Batubara 22,8 Juta Ton di Semester I-2011

Adaro Produksi Batubara 22,8 Juta Ton di Semester I-2011

- detikFinance
Jumat, 29 Jul 2011 14:10 WIB
Adaro Produksi Batubara 22,8 Juta Ton di Semester I-2011
Jakarta - Produksi batubara PT Adaro Energy Tbk melalui anak usahanya PT Adaro Indonesia mencapai 22,8 juta ton sepanjang semester I-2010. Produksi ini mencapai 50% dari target produksi batubara perseroan hingga akhir tahun sebesar 46-48 juta ton.

"Adaro Energy berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target produksi 46-48 juta ton dengan adanya dukungan dari peningkatan produksi batubara sebesar 5% menjadi 22,8 juta ton pada semester pertama," demikian pernyataan Adaro dalam siaran pers, Jumat (29/7/2011).

Selain itu, 100% dari target penambangan batubara sebesar 23,1 juta ton juga berhasil dicapai. Pada kuartal II-2011, produksi batubara meningkat 19% dari kuartal kedua 2010 dan mencapai rekor tertinggi 12,2 juta ton sedangkan pemindahan lapisan penutup juga meningkat 30% dari kuartal II-2010 dan mencapai rekor 75,4 juta bcm.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walaupun pencapaian ini terjadi setelah kuartal II-2011, dengan ini diumumkan bahwa rekor harian baru untuk pemindahan lapisan penutup sebesar 1.057.749 bcm dicapai pada 18 Juli 2011.

Penggunaan alat berat yang baru dan lebih besar serta kinerja para kontraktor yang baik juga menunjang upaya perusahaan dalam meningkatkan produksi batubara dan kinerja pemindahan lapisan penutup.

Kinerja operasional yang cemerlang juga memungkinkan peningkatan volume penjualan sebesar 27% dan pencapaian rekor tertinggi 13,11 juta ton pada kuartal II-2011. Permintaan untuk E 4000 (Wara) terus menguat dari sejumlah negara misalnya India, China, Korea Selatan, dan Indonesia, dan ditambah dengan satu kontrak baru dengan Thailand pada kuartal II-2011.

Pada 9 Juni 2011, Adaro telah membayarkan dividen final sebesar Rp 655,71 miliar (atau Rp20,5/saham), di mana sebelumnya pada bulan Desember 2010 Adaro telah membayarkan dividen interim sebesar Rp 315,06 miliar.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2011, para pemegang saham Adaro Energy menyetujui penggunaan 43,9% dari laba bersih tahun 2010 untuk pembayaran dividen, yang juga merupakan rasio pembayaran tertinggi sejak penawaran saham perdana Adaro.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads