Utang TPPI Boleh Dibayar Elpiji, Asal Pertamina Tidak Rugi

Utang TPPI Boleh Dibayar Elpiji, Asal Pertamina Tidak Rugi

- detikFinance
Jumat, 05 Agu 2011 08:01 WIB
Jakarta - PT Pertamina (persero) diperbolehkan mengambil pasokan elpiji dari pihak PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) selama hal tersebut tidak merugikan. Ini mengingat penjualan Elpiji Pertamina selalu merugi, khususnya untuk produk Elpiji 12 kg dan juga 50 kg.

Demikin disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Satya W Yudha ketika dihubungi detikFinance, Jakarta, Jum'at (5/8/20110).

"Justru pasokan Elpiji dari TPPI merupakan hal yang bisa dilakukan selama Pertamina mendapatkan harga yang bagus," tanggapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satya mengingatkan selama ini Pertamina sudah merugi dari bisnis elpiji terutama untuk 12 kg maupun 50 kg. Diperkirakan kerugian Pertamina untuk bisnis elpiji mencapai Rp 3,6 triliun pada tahun 2011.

"Jangan ada kerugian dalam kondisi dimana harga Elpiji 12 kg dan 50 kg tidak dinaikkan dan ini pun harus dilakukan secara transparan," ungkap Satya.

Ketika ditanya apakah sebaiknya Pertamina mengambilalih aset TPPI mengingat hutang TPPI kepada Pertamina yang belum dibayarkan, Satya menanggapi dengan jawaban negatif.

"Justru jangan sampai kalau pengambilalihan TPPI justru memperburuk keuangan Pertamina, apalagi bisnis TPPI bukan merupakan core business Pertamina," nilainya.

Ia mengingatkan pemerintah agar bersikap tegas kepada TPPI agar melunasi hutang kepada Pertamina yang sejauh ini berjumlah US$ 548 juta.

Seperti diketahui, pihak TPPI 'memaksa' Pertamina menerima pasokan elpiji dalam jangka waktu 10 tahun untuk menggantikan utangnya yang senilai US$ 229 juta.

"Memang ada utang open account dan dalam perjanjiannya, TPPI akan menyuplai elpiji dalam periode tak lebih dari 10 tahun," jelas Mochammad Harun selaku VP Corporate Communication kepada detikFinance, Rabu (3/8/2011).

Dikatakan Harun, jumlah utang TPPI ke Pertamina dalam bentuk open account ini mencapai US$ 229 juta. Utang open account ini dijelaskan Harun adalah untuk pasokan kondensat ke TPPI.

"Prinsipnya skema ini dapat ditepati, karena Pertamina ini sudah memberikan banyak kemudahan ke TPPI yang tadinya TPPI cuma puing-puing saja sekarang bisa beroperasi kembali," katanya.

Selain utang ini, Pertamina berharap kali ini TPPI juga bakal memenuhi janjinya untuk membayar utangnya senilai US$ 300 juta. Utang ini rencananya bakal dibayar pada 15 Agustus 2011.

Total utang TPPI ke Pertamina sampai saat ini mencapai US$ 548 juta, dan sudah ada kesepakatan pembayaran utang tersebut yang tertuang dalam term sheet yang telah ditandatangani pihak Pertamina, TPPI, dan PPA pada 26 Mei 2011.

(nrs/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads