Demikian dikatakan Asistan II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemprov Sumsel, Eddy Hermanto, kepada pers di Palembang, Selasa (09/08/2011).
Eddy mengtakan, pihaknya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel dan lembaga lain yang dibentuk sudah melakukan pemantauan distribusi sembako, daging, dan termasuk gas elpiji 12 kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantaran gas elpiji 12 kilogram bermasalah, maka pemerintah Sumsel akan mengundang Pertamina dan mengimbau agar gas elpiji 12 kilogram cadangan sebanyak 10% yang disiapkan dari puluhan ribu tabung elpiji yang beredar saat ini segera dilepas di pasaran.
"Masyarakat akan menghadapi lebaran, tentunya permintaan akan lebih meningkat," katanya.
Undangan yang ditujukan ke Pertamina, intinya meminta kesiapan Pertamina khususnya di Palembang soal gas elpiji karena sampai saat ini belum diketahui menyebabkan terjadinya kelangkaan secara detil.
"Kami akan rapatkan lagi karena hubungan dengan Pertamina sangat baik. Pertamina selalu hadir dan memberikan data yang lengkap dan terbuka. Maka rapat lebih kepada mencari solusi, dan kenapa bisa terjadi kelangkaan," kata Eddy.
(tw/dnl)











































