Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Darwin Zahedy Saleh ketika mengadakan jumpa pers di kantornya, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (10/8/2011).
"Untuk menjaga keamanan stok BBM, Kementerian ESDM akan koordinasi dengan BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas) dan Pertamina. Secara umum kondisi ketersediaan BBM dalam rangka persiapan Lebaran aman," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kantong-kantong Premium di beberapa SPBU daerah juga disiapkan dalam rangka mengatasi kemacetan atau gangguan jalur distribusi sehingga lebih dekat adanya tambahan stok-stok di sekitar SPBU yang penting," jelas Darwin.
Pemerintah juga akan melakukan pengaturan pembedaan jalur pelayanan antara motor dan mobil di SPBU. Pelayanan SPBU Transit bagi sepeda motor, pembentukan posko KESDM dan satgas BBM di seluruh wilayah dan kantor pusat Pertamina juga disiapkan, ditambah juga dengan dilaksanakannya pengoperasian penuh 24 jam kepada SPBU di Jalur Pantura, Selatan, arah Merak, dan Lampung mulai H-15 dan H+15 Lebaran.
"Keamanan stok BBM juga akan didukung melalui optimasi kilang dan impor BBM," tambahnya.
Darwin menjelaskan, stok BBM nasional status 9 Agustus 2011 berada pada 21,67 hari yang merupakan kondisi normal. Diperkirakan stok BBM nasional pada H-15 dan H+15 pada dasarnya masih dalam kondisi aman dengan rata-rata stok Premium 18,6 hari, Minyak Tanah 77,7 hari dan Solar 20,4 hari.
Demikian halnya dengan stok Elpiji nasional sebanyak 263,364 Metrik Ton yang terdiri dari stok di Kilang, depot, kapal, Floating Storage Offloading (FSO) dan Tanjung Uban.
"Dengan konsumsi per hari Elpiji sebesar 13.022, sehingga ketahanan stok Elpiji nasional yakni selama 18,65 hari. Itu aman untuk H-15 dan H+15 Lebaran," tutur Darwin.
"Untuk kondisi kelistrikan, dinyatakan sistem kelistrikan nasional saat Lebaran nanti berada dalam kondisi normal. Dimana daya mampu pembangkit sebesar 25.268 MW dan beban puncak sebesar 20.253 MW, masih ada sisa cadangan daya 5.014 MW," tambah Darwin.
Terkait kondisi kelistrikan Jawa Madura Bali (Jamali), menurut Darwin juga masih berada dalam kondisi normal. Begitu juga dengan kondisi kelistrikan yang berada di luar sistem Jamali.
(nrs/qom)











































