Direktur Pemasaran dan Niaga, Djaelani Sutomo mengatakan, Pertamina mengimpor elpiji dari perusahaan migas Malaysia tersebut karena terpaksa.
"Itu karena kapal yang dari Timur Tengah mengalami keterlambatan memasok elpiji impor. Maka itu kita terpaksa minta dari yang lain. Kalau tidak bisa putus distribusinya nanti," jelas Djaelani di acara peresmian uji coba pemasangan RFID di SPBU 3413102 Matraman, Jalan Matraman Raya No. 44, Jakarta Timur, Kamis (25/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kita minta dari Petronas, dan ada yang dari Singapura. Itu sebetulnya tidak ada peningkatan signifikan. Ini karena keterlambatannya saja. Makanya kita harus cegah supaya tidak terjadi kekosongan pasokan elpiji," paparnya.
"Ini cepat kita lakukan, setelah mengetahui ada keterlambatan sampai 4 hari, kita langsung mencari stok tambahan. Itu pun untuk bulan ini saja, kalau bulan September sudah normal lagi, stok kita sudah banyak ada 14 hari untuk Elpiji," lanjut Djaelani.
Seperti yang diberitakan di situs Kementerian ESDM, Pertamina meningkatkan impor elpiji untuk meningkatkan dan mengamankan stok elpiji menjelang lebaran. Mengingat akan ada peningkatan konsumsi elpiji pada lebaran nanti.
(nrs/dnl)











































