Demikian disampaikan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo yang ditemui di acara peresmian uji coba pemasangan RFID di SPBU 3413102 Matraman, Jalan Matraman Raya No. 44, Jakarta Timur, Kamis (25/8/2011).
"Pertamax justru meningkat, karena biasanya di Lebaran banyak yang gaya sedikit kan?" ungkap Djaelani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini diperparah dengan kondisi bulan Ramadan, tren konsumsi terhadap BBM Subsidi tersebut meningkat hingga 10% dari biasanya. "Konsumsi Pertamax meningkat tapi tidak terlalu banyak," katanya.
Mengacu pada Buku Panduan Ramdan-Lebaran 1432 H dari sektor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), dijelaskan bahwa standar stok aman Pertamax berada pada 50-60 hari dan Pertamax Plus sebesar 100 hari. Pada H-15 atau H+15 Lebaran, stok Pertamax diproyeksikan berada pada 57,97 hari dan Pertamax plus sebesar 103,99 hari.
"Tapi bagi yang mengkonsumsi Pertamax tidak perlu khawatir, Pertamina sudah sediakan dari total sekitar 3.500 SPBU di Jawa, 60% sudah ada Pertamax," tutur Djaelani.
Lebih merinci lagi, dari 1.035 SPBU yang ada di Sumatera, sebanyak 235 SPBU menyediakan Pertamax dan sebanyak 67 SPBU menyediakan Pertamax Plus. Demikian juga halnya untuk wilayah Jawa-Bali yang memiliki 1.846 SPBU menjual Pertamax serta 398 SPBU menjual Pertamax Plus.
(nrs/hen)











































