Konsumen Mulai Bergaya, Konsumsi Pertamax Naik Tipis

Konsumen Mulai Bergaya, Konsumsi Pertamax Naik Tipis

- detikFinance
Kamis, 25 Agu 2011 15:35 WIB
Konsumen Mulai Bergaya, Konsumsi Pertamax Naik Tipis
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa konsumsi BBM Non-Subsidi jenis Pertamax mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan di bulan Ramadan ini. Penyebabnya karena adanya tren bagi beberapa konsumen yang merasa bergaya jika menggunakan BBM non subsidi.

Demikian disampaikan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo yang ditemui di acara peresmian uji coba pemasangan RFID di SPBU 3413102 Matraman, Jalan Matraman Raya No. 44, Jakarta Timur, Kamis (25/8/2011).

"Pertamax justru meningkat, karena biasanya di Lebaran banyak yang gaya sedikit kan?" ungkap Djaelani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun mengalami peningkatan konsumsi, namun Djaelani mengaku kenaikannya tidak begitu signifikan. Kenaikan konsumsi Pertamax masih kalau jauh dibandingkan dengan konsumsi Premium memang harganya disubsidi.

Hal ini diperparah dengan kondisi bulan Ramadan, tren konsumsi terhadap BBM Subsidi tersebut meningkat hingga 10% dari biasanya. "Konsumsi Pertamax meningkat tapi tidak terlalu banyak," katanya.

Mengacu pada Buku Panduan Ramdan-Lebaran 1432 H dari sektor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), dijelaskan bahwa standar stok aman Pertamax berada pada 50-60 hari dan Pertamax Plus sebesar 100 hari. Pada H-15 atau H+15 Lebaran, stok Pertamax diproyeksikan berada pada 57,97 hari dan Pertamax plus sebesar 103,99 hari.

"Tapi bagi yang mengkonsumsi Pertamax tidak perlu khawatir, Pertamina sudah sediakan dari total sekitar 3.500 SPBU di Jawa, 60% sudah ada Pertamax," tutur Djaelani.

Lebih merinci lagi, dari 1.035 SPBU yang ada di Sumatera, sebanyak 235 SPBU menyediakan Pertamax dan sebanyak 67 SPBU menyediakan Pertamax Plus. Demikian juga halnya untuk wilayah Jawa-Bali yang memiliki 1.846 SPBU menjual Pertamax serta 398 SPBU menjual Pertamax Plus.

(nrs/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads