Anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo mengatakan jika saja pemerintah tidak melakukan kebijakan apapun untuk membatasi konsumsi BBM bersubsidi, maka sampai akhir 2011 diperkirakan realisasinya mencapai:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Premium: 25.487.791 KL
- Kerosene (Minyak Tanah): 1.765.313 KL
- Solar: 14.549.227 KL
- Total: 41.802.331 KL
Dilihat dari kuota APBN-P 2011 yang dijatahi sebanyak 40,4 juta KL, maka akan ada kelebihan kuota mencapai 3,4% sampai akhir tahun ini.
Hingga Agustus 2011, persentase terhadap konsumsi BBM Bersubsidi sudah melebihi angka 50%. Berdasarkan data BPH Migas, BBM bersubsidi sudah habis hingga 67,3% dari jatah yang ditetapkan APBN-P 2011 sebesar 40,4 juta KL.
Berdasarkan pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (5/9/2011), berikut ini adalah persentase konsumsi terhadap kuota APBN-P 2011:
- Premium: 67,23 %
- Kerosene (Minyak Tanah): 67,15%
- Solar: 67,49%
- Total: 67,32%
- Premium: 16.496.814 KL
- Kerosene (Minyak Tanah): 1.208.627 KL
- Solar: 9.553.175 KL
- Total: 27.258.616 KL
Sedangkan, berdasarkan data tahun kemarin, kenaikan konsumsi BBM Subsidi akibat lebaran adalah sebagai berikut:
- Premium: Alami kenaikan hingga 20%
- Solar: Alami penurunan hingga 1,5%
Sebelumnya Menteri Perekonomian Hatta Rajasa berkeyakinan bahwa kuota BBM bersubsidi pada tahun ini tidak akan melampaui kuota atau tak bobol. Alokasi BBM bersubsidi dalam APBN-P 2011 yang sudah ditetapkan sebesar 40,4 juta KL.
Padahal faktanya sejauh ini, konsumsi BBM masih sangat tinggi, apalagi pada lebaran lalu konsumsi masih cenderung sangat tinggi.
"Kalau kuota BBM kan ini memang bergantung kepada siklusnya. Kita kan sudah menaikkan kuota BBM Subsidi juga (pada APBN-P). Menurut saya pada Lebaran ini pun sudah diantisipasi dengan baik," kata Hatta di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (5/9/2011).
Ia meminta kepada pihak terkait supaya pasca Lebaran nanti, kuota BBM Bersubsidi perlu diperketat dari sisi pengawasannya. Mengingat tingkat penyelewengan masih tinggi.
"Untuk Lebaran kemarin kan sudah diantisipasi, yang penting pasca Lebaran ini perlu dijaga melalui pengawasan terhadap penyimpangan BBM Subsidi," pintanya
(nrs/hen)











































