Demikian disampaikan oleh Dirjen Migas Evita Herawati Legowo ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (4/10/2011).
"Pertamax itu juga tergantung kepada nilai kurs. Jadi karena kursnya jelek makanya harga jadi seperti itu (naik)," kata Evita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun selama beberapa pekan terakhir di September nilai dolar AS menguat sampai menyentuh Rp 9.000. Ini membuat harga minyak ikut terkerek.
Seperti diketahui, harga Pertamax di Jakarta naik dari Rp 8.650 per liter jadi Rp 8.800/liter.
Shell juga menaikkan harga jual BBM mereka. Per 1 Oktober 2011 harga BBM berjenis Super 92 (sekelas Pertamax) menjadi sebesar Rp 8.800/liter dari sebelumnya Rp 8.700/liter. Hal yang sama juga dilakukan oleh Total Indonesia, SPBU asal Prancis.
(dnl/hen)











































