PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) mengoperasikan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Karebbe berkapasitas 90 megawatt (MW) di Sulawesi Selatan.
Presiden Direktur INCO Nico Kanter mengatakan, PLTA bernilai US$ 410 juta ini sangat penting untuk meningkatkan produksi nikel di Sulawesi Selatan.
INCO meresmikan pengoperasian PLTA ini bersama dengan Vale yang merupakan induk usaha INCO yang berlokasi di Kanada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara tersebut, INCO dan Vale juga mengumumkan serangkaian rencana investasi dalam lima tahun ke depan untuk meningkatkan produksi nikel tahunan dari 73.000 ke 120.000 metrik ton.
"PLTA ini memasok sumber tenaga listrik yang ramah lingkungan dan dapat diandalkan serta menjadi penggerak seluruh program pertumbuhan kami dan juga merupakan landasan untuk mewujudkan masa depan yang berkelanjutan bagi operasi kami di Indonesia," kata Presiden dan CEO Vale Murilo Ferreira dalam peresmian tersebut.
Daya listrik yang tersedia ini diperkirakan akan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Luwu Timur untuk satu tahun ke depan. Dengan demikian, total bantuan daya listrik yang diberikan oleh INCO kepada masyarakat adalah sebesar 8 MW.
PLTA yang berlokasi di Karebbe, Luwu Timur, Sulawesi Selatan ini memasok sebagian besar tenaga listrik yang dihasilkan untuk pabrik pengolahan bijih nikel INCO di Sorowako.
Proyek ini dirancang dan dibangun guna memenuhi permintaan akan tenaga listrik tambahan untuk peningkatan produksi di pabrik pengolahan nikel di Sorowako serta untuk mengatasi besarnya lonjakan beban yang terjadi selama pengoperasian tungku bertegangan tinggi di pabrik nikel. (dnl/ang)











































