Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Migas Evita Legowo pada sosialisasi pemakaian alat deteksi BBM Bersubsidi (RFID) pada kendaraan angkutan umum di Terminal Bus Senen, Jakarta, Kamis (20/10/2011).
"Sesuai rencana, April 2012 nanti mobil pribadi plat hitam dilarang membeli BBM subsidi," ungkap Evita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini tinggal menunggu revisi Perpres 55/2005 dan 9/2006 yang mengatur siapa yang berhak menerima BBM subsidi. Revisi Perpres ini kami targetkan selesai pada akhir tahun ini," ungkapnya.
Dirinya berharap melalui rencana ini konsumsi BBM subsidi yang selalu membengkak tiap tahunnya dapat ditekan. Kuota BBM subsidi tahun ini yang ditetapkan APBN-P sebesar 40,4 juta KL kemungkinan terancam bobol.
Pemerintah tidak mau menaikkan harga BBM subsidi karena khawatir akan menimbulkan inflasi serta menekan daya beli masyarakat.
(nrs/dnl)











































