Dahlan mengatakan keputusan mengenai alokasi gas bagi PLN dan BUMN harus segera diputuskan.
Hal ini diungkapkan Dahlan ketika ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (25/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan menjelaskan, dirinya membahas terkait kebutuhan gas PLN sebesar 40 mmscfd yang diambil dari proses swap gas.
"Tadi pokoknya bahas yang swap (pengalihan) gas yang 40 mmscfd itu, itu terkaitlah semuanya. Karena, itu beliau (Jero Wacik) mau cepat putuskan," ungkap Dahlan.
Seperti diketahui, saat ini pihak PLN memang masih membutuhkan pasokan gas. Namun sejauh ini komitmen pasokan gas yang ada masih dirasa kurang.
Akibatnya BUMN listrik tersebut harus menguras uang hingga triliunan rupiah untuk mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) ke pembangkitnya.
(nrs/dnl)











































