Demikian disampaikan Widjajono dalam acara diskusi Sindo Hot Topic di Oh La La Cafe, Jakarta, Senin (14/11/2011).
"Impor gas itu tidak haram, tapi impornya harus cerdas dan tidak merugikan rakyat sendiri. Misalnya ada negera yang mau impor gas dengan harga US$ 12 per mmbtu, tapi kita dikasih diskon US$ 5, kenapa tidak?" ungkap Widjajono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Dahlan waktu itu menurut saya tidak salah kalau ingin impor gas, waktu itu Iran kan baru mau mengekspor LNG. Nanti sebagai pembeli pertama kalau kita bisa didiskon kan kenapa tidak. Saya tidak harap kalau impor, tapi kalau menguntungkan kenapa nggak?" lanjutnya.
"Dulu Iran menawarkan, kalau Indonesia mau membangun pabrik Petrokimia di Iran, mereka akan sediakan minyak dan gas dengan harga murah. Di Iran kan gasnya disubsidi, jadi kita kasih mereka pupuk saja, dan kalau gas Iran ada yang dibuang 2% dan dikasih ke kita itu tidak masalah," terangnya.
Menurutnya Indonesia harus terlebih dahulu memiliki Receiving Terminal untuk menampung gas yang ada. Sehingga untuk menampung gas dari dalam negeri pun sulit, maka itu banyak gas dalam negeri yang diekspor. Dengan demikian untuk mengimpor gas pun masih sulit dilakukan.
(nrs/hen)











































