Demikian disampaikan Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo di acara Indonesia Power & Electricity Expo 2011, Jakarta, Selasa (15/11/2011).
"Investasi senilai US$ 11,5 miliar ini sudah tentu tidak bisa mengandalkan dana pemnerintah saja tapi jelas dari investor dalam dan luar negeri," jelas Widjajono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Widjajono meminta agar pelaku usaha bidang tersebut juga memperhatikan kebutuhan listrik untuk dalam negeri.
"Para pelaku usaha harus memperhatikan kebutuhan listrik dalam negeri, jual beli listrik akan meningkat, tapi kebutuhan dalam negeri diperhatikan," ujarnya.
Dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi tersebut pemerintah dan juga PLN melakukan banyak cara. Salah satunya dengan menggalakkan pembangunan pembangkit 10.000 MW tahap 1 yang sampai akhir tahun 2011 ini ditargetkan dapat terealisasi sebesar 4.950 MW.
Seselesainya pembangunan 10.000 MW tahap 1 yang dititikpusatkan terhadap pembangunan PLTU, pemerintah akan melanjutkan ke 10.000 tahap 2 yang lebih fokus ke pembangunan pembangkit nlistrik panas bumi.
(nrs/qom)











































