RI Butuh US$ 11,5 Miliar untuk Rasio Elektrifikasi 92,2%

RI Butuh US$ 11,5 Miliar untuk Rasio Elektrifikasi 92,2%

- detikFinance
Selasa, 15 Nov 2011 12:18 WIB
RI Butuh US$ 11,5 Miliar untuk Rasio Elektrifikasi 92,2%
Jakarta - Pemerintah membutuhkan dana hingga US$ 11,5 miliar setahun dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi Indonesia menjadi 92,2% di tahun 2019 nanti. Untuk tahun ini rasio elektrifikasi Indonesia ditargetkan menncapai 71,86%.

Demikian disampaikan Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo di acara Indonesia Power & Electricity Expo 2011, Jakarta, Selasa (15/11/2011).

"Investasi senilai US$ 11,5 miliar ini sudah tentu tidak bisa mengandalkan dana pemnerintah saja tapi jelas dari investor dalam dan luar negeri," jelas Widjajono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirinya berharap iklim investasi ketenagalistrikan ke depannya semakin meningkat agar hal ini bisa tercapai. Apalagi menghadapi kebijakan internasional perdagangan bebas ke depan.

Widjajono meminta agar pelaku usaha bidang tersebut juga memperhatikan kebutuhan listrik untuk dalam negeri.

"Para pelaku usaha harus memperhatikan kebutuhan listrik dalam negeri, jual beli listrik akan meningkat, tapi kebutuhan dalam negeri diperhatikan," ujarnya.

Dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi tersebut pemerintah dan juga PLN melakukan banyak cara. Salah satunya dengan menggalakkan pembangunan pembangkit 10.000 MW tahap 1 yang sampai akhir tahun 2011 ini ditargetkan dapat terealisasi sebesar 4.950 MW.

Seselesainya pembangunan 10.000 MW tahap 1 yang dititikpusatkan terhadap pembangunan PLTU, pemerintah akan melanjutkan ke 10.000 tahap 2 yang lebih fokus ke pembangunan pembangkit nlistrik panas bumi.

(nrs/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads