RI Masih Sia-siakan Energi Surya dan Panas Bumi

RI Masih Sia-siakan Energi Surya dan Panas Bumi

- detikFinance
Senin, 21 Nov 2011 16:03 WIB
RI Masih Sia-siakan Energi Surya dan Panas Bumi
Jakarta - Meskipun kaya energi panas bumi dan surya, tapi Indonesia masih bergantung pada BBM untuk bahan bakar listriknya. Padahal harga listrik dengan BBM ini jauh lebih mahal.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, besok dia akan menandatangani nota kesepahaman dengan menteri kehutanan untuk izin 28 titik panas bumi di hutan.

Menurut Jero, panas bumi merupakan berkah terpendam di samping adanya bencana karena banyaknya gunung berapi di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden memerintahkan kepada saya untuk mengadakan terobosan di bidang energi baru dan terbarukan. Itu saya sudah bergerak. Panas bumi harus diperbanyak. Indonesia kaya sekali akan panas bumi. Di satu sisi kita melihat gunung-gunung berapi bencananya saja yang sering kita lihat, tetapi di balik itu Tuhan memberi kompor di bawah tanah, ada panas bumi di situ. Dan kalau itu bisa kita ambil bisa jadi energi panas bumi, 40% energi paanas bumi ada di indonesia," ujar Jero saat ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (21/11/2011).

Jero menyatakan pihaknya tengah mengembangkan energi baru terbarukan lainnya yaitu energi tenaga surya yang merupakan salah satu anugerah di negara tropis seperti Indonesia.

"Kita tanah banyak dan kita punya matahari tiap hari ini luar biasa karunia Tuhan, kan nggak bisa kita manfaatkan sebesar-besarnya kita merugi. Ke sana kita menuju, saya sudah liat masalahnya, mari kita kerja keras, saya ajak seluruh stakeholder energi dan sumber daya mineral," ujarnya.

Untuk mengembangkan energi tersebut, lanjut Jero, pihaknya mengundang beberapa investor untuk mengembangkan listrik tenaga matahari dan panas bumi. Salah satu yang tertarik adalah Sharp dari Jepang.

"Ini akan sangat saya seriusi, saya sudah bertemu dengan beberapa investor dari luar negeri. Ada satu contoh, Jepang misalnya Sharp Corporation, dia sudah membuat di Bangkok 160 hektar tanah di pasang panel surya itu bisa menghasilkan 73 MW," tambahnya.
(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads