Masalah Numpuk, BP Migas 'Menyerah' Genjot Produksi Minyak

Masalah Numpuk, BP Migas 'Menyerah' Genjot Produksi Minyak

- detikFinance
Rabu, 23 Nov 2011 12:23 WIB
Masalah Numpuk, BP Migas Menyerah Genjot Produksi Minyak
Jakarta - Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengaku berat untuk mengejar target produksi minyak di tahun ini yang sebesar 945 ribu barel per hari (bph). BP Migas beralasan, masalah dalam kegiatan produksi migas makin banyak.

Kepala BP Migas R. Priyono menyatakan, saat ini produksi minyak mencapai 904 ribu bph, dari target tahun ini sebanyak 945 ribu bph.

"Target ini berat sekali, masalahnya bukan semakin menurun tapi semakin banyak. Jadi bukan proses tidak diproduksinya, tapi masalah kecelakaanlah, kebakaranlah, ini yang belum membuat kita pulih lagi, kembali normal karena ini situasinya seperti di Caltex itu belum pulih seperti sebelum terjadi pecahnya pipa TGI itu," keluhnya saat ditemui di Ballroom Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (23/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Priyono, dengan waktu yang tinggal 1,5 bulan lagi, akan sulit bagi BP Migas mengejar target produksi minyak yang telah ditetapkan.

"Sekarang 904 ribu barel di luar stok. Stok kita kan lepas. Kita tinggal punya waktu 1,5 bulan, jadi kalau kita tambahkan dengan stok saja, itu masih berat untuk mencapai target lifting (produksi)," tegasnya.

Namun, Priyono yakin meskipun target produksi minyak tidak tercapai, tapi penerimaan negara akan tetap tercapai bahkan bisa melebihi target. Karena penerimaan negara melalui PPh Migas mengalami kenaikan hingga 2-3 persen dari target yang ditentukan dalam APBN-P 2011 yang sebesar US$ 25 miliar.

"Tapi penerimaan negaranya mudah-mudahan lewat, targetnya kan US$ 25 miliar. Lewat sekitar 2-3 persen," tegasnya.

Sementara, untuk target lifting tahun depan, Priyono mengaku masih ada pengharapan mencapai target APBN 2012 sebesar 965 ribu bph. Hal ini disebabkan pihaknya telah belajar dari pengalaman di tahun ini.

"Saya lebih optimis ya asal semua unit produksi kita dapat berjalan dengan normal. Jangan ada lagi terjadi kebakaran yang belum bisa dijelaskan penyebabnya apa, jangan sampai ada platform kita ketabrak tapi yang nabrak tidak ketahuan. Di 2012 kita mengacu pada apa yang ditetapkan pemerintah, karena belum terjadi ya kita mengacu saja apa yang diperintahkan DPR dan pemerintah. Ya saya harapkan pasti lebih baik, karena kita banyak belajar dari apa yang telah terjadi pada tahun 2011 ini," tandasnya.


(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads