"Kemarin saya naik pesawat dari Jakarta tujuan Tanjungpinang. Namun pihak maskapai tidak mendarat di Tanjungpinang, melainkan di Batam. Alasannya karena di bandara Tanjungpinang sering kehabisan stok avtur," kata Ramli warga Tanjungpinang, Minggu (4/12/2011).
Pihak maskapai juga harus memastikan terlebih dahulu ketersediaan stok avutr di Bandara Tanjungpinang. Akibatnya, jadwal keberangkatan dan kedatangan sering mengalami keterlambatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketidakpastian ini juga membuat penumpang maskapai jengkel. Mereka harus menunggu keberangkatan pesawat berjam-jam lamanya.
"Yang salah itu bukan maskapainya. Tapi pihak pengelola bandara di Tanjungpinang yang tidak bisa menyediakan avtur. Kami heran juga, mengapa kok bandara sampai kehabisan stok avtur," tuturnya.
Sumber detikcom di Bandara Fisabililah, Tanjungpinang, membenarkan perihal stok avtur tersebut. Menurutnya, selama ini pasokan avtur dikelola BUMD PT Pembangunan Kepri, berkerjasama dengan PT Pertamina.
"Kita tidak pasti mengapa sering kehabisan stok avtur di bandara ini. Dan masalah kehabisan stok avtur juga sudah disampaikan langsung ke pihak maskapai yang ada. Sehingga maskapai harus mendarat di Batam," jelas sumber tersebut.
(cha/wep)











































