Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Suprijanto menyatakan, pada periode yang sama, realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp 1.022,9 triliun atau 87,4 persen dari pagunya sebesar Rp 1.169,9 triliun.
"Realisasi ini lebih tinggi dibanding dengan realisasi sampai dengan 30 November 2010 sebesar Rp 833,1 triliun atau 84 persen dari pagunya," ujarnya di Jakarta, Senin (12/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk belanja Pegawai realisasnya sebesar Rp 158,9 triliun atau 86,9 persen Belanja Barang Rp 84,9 triliun atau 59,5 persen. Belanja Modal Rp 66,5 triliun atau 47,3 persen.
Pembayaran Utang sebesar Rp 84,3 triliun atau 79,1 persen. Subsidi Rp 200,9 triliun atau 84,7 persen, yang terdiri dari Subsidi BBM sebesar Rp 110,8 triliun atau 85,4 persen, Subsidi Listrik Rp 63,8 triliun atau 97,3 persen, Subsidi non energi Rp 26,2 triliun atau 62,6 persen. Selain itu, Transfer Daerah realisasinya sebesar Rp 353,4 triliun atau 85,7 persen, pembiayaan hanya mencapai Rp 97,4 triliun atau 64,6 persen dari pagu sebesar Rp 150,8 triliun.
"Iya, surplus bertambah karena issuance SUN yang terakhir minggu lalu. Sepertinya Pak Rahmat (Dirjen Pengelolaan Utang)tidak akan narik lagi," pungkasnya.
(nia/ang)











































