BBM Subsidi Kemurahan Bikin Angkutan Umum Tak Laku

BBM Subsidi Kemurahan Bikin Angkutan Umum Tak Laku

- detikFinance
Kamis, 15 Des 2011 21:47 WIB
BBM Subsidi Kemurahan Bikin Angkutan Umum Tak Laku
Jakarta - Selama harga Bahan Bakar Minyak(BBM) subsidi murah, maka sebaik apapun transportasi publik yang dibuat pemerintah menjadi kurang diminati.

Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo mengatakan selama harga BBM subsidi masih murah seperti sekarang ini, maka orang akan tetap malas lari ke transportasi publik.

"Apalagi bagi pemilik kendaraan pribadi seperti roda empat yang bagi mereka harga BBM premium masih sangat murah. Mending mereka bermacet ria dari pada pakai trasportasi publik seperti bus kota, Busway, bahkan angkot dan sebagainya," kata Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Pengelolaan Lapangan Migas Institut Teknologi Bandung (ITB) itu di FX Mal, Jakarta, Kamis (15/12/11).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau harga BBM dianggap mahal, menurut Widjajono, sudah pasti para pemilik kendaraan berpikir dua kali untuk bepergian pakai kendaraan pribadi.

"Sudah banyak contoh, salah satunya di Singapura. Di sana masyarakatnya suka naik kendaraan umum, selain murah bahkan dengan hanya 10 dolar kita sudah bisa keliling Singapura seharian, juga dikarenakan harga BBM-nya sangat mahal sekali," ujar Anggota Dewan Energi Nasional ini.

Apalagi ungkap Widjajono, kebijakan pemerintah Singapura yang membatasi penjualan kendaraan bermotor membuat jalan umum di negara tersebut lancar.

"Usia kendaraan 5 tahun tidak boleh dipakai, yang baru jumlahnya harus sama dengan jumlah mobil yang dipensiunkan dan itupun harus melalui mekanisme lelang, dan pastinya harganya akan mahal karena orang berebut memilikinya," ungkapnya.

Tetapi di Indonesia terbalik, harga BBM murah dan terus dipertahankan, dan ironisnya Indonesia sangat bangga dengan penjualan kendaraan yang tiap tahun naik.

"Jadi selama ada disparitas harga BBM yang cukup tinggi, dan sangat murah, jangan harap transportasi publik menjadi primadona," tandasnya.

Seperti diketahui sampai saat ini pemerintah masih menahan harga BBM subsidi Rp 4.500 per liter. Sementara BBM non subsidi masih di atas Rp 8.000 per liter.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads