Pemerintah menyatakan tidak ingin gegabah dalam menentukan kebijakan tersebut.
"Kebijakan menaikan BBM bukan merupakan kebijakan fiskal saja, tapi kita harus cermat menghitung, dikarenakan April 2012 TDL naik dan permberlakuan pembatasan BBM, nanti bagaimana inflasinya? Daya beli masyarakat bagaimana?," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa, di Kantornya, Lapangan Banterng, Jumat (16/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua kebijakan harus dilakukan, dan langkah itu dilakukan untuk menjaga kuota BBM di 2012 sebanyak 40 juta Kilo Liter (KL)," ujar Hatta.
Memang sudah banyak yang menyarankan agar pemerintah segera menaikkan harga BBM, sebut saja Bank Dunia dan Universitas Indonesia. Disamping itu, tapi banyak pula yang menyarankan pembatasan saja atau tidak menaikkan harga BBM.
"Sekali lagi ini bukan hanya masalah fiskal saja, kalau patokannya fiskal dengan lihat kondisi saat ini ya sudah kita naikkan dari kemarin, jadi kita harus hitung dengan cermat," katanya.
Hatta menegaskan pemerintah tidak akan gegabah mengambil satu keputusan. Hal ini agar pemerintah tidak salah langkah.
"Sekarang bisa kita lihat hasilnya dengan kita cermat dalam mengambil satu keputusan, tidak gegabah, ekonomi kita tumbuh, orang menilai hasilnya investment grade kita naik," tandas Pria berambut putih tersebut.
(dru/dnl)











































