Demikian disampaikan oleh Deputi Operasi BP Migas Rubi Rubiandini saat ditemui di kantornya, Wisma Mulia, Jakarta, Jumat (16/12/2011).
"Usaha sedang kita lakukan. Pertama kita melakukan out of the box. Contohnya melakukan eksplorasi besar-besaran, kemudian menggabungkan semua pekerjaan yang di area yang sama beberapa KKKS (kontraktor kontrak kerjasama) yang rig-nya sama, itu kan jadi cepat semuanya," tutur Rubi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini memang tidak mudah karena bukan tugas kita kadang-kadang masalah eksternal," jelas Rubi.
Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik meminta Mobil Cepu Ltd, perusahaan patungan ExxonMobil dan Pertamina EP untuk mempercepat proyek Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu Jawa Timur agar target produksi minyak 1 juta barel per hari bisa direalisasikan.
Minyak dari Blok Cepu merupakan salah satu andalan pemerintah untuk peningkatan produksi minyak nasional. Percepatan proyek Lapangan Banyu Urip sejalan dengan perintah Presiden SBY agar ada langkah nyata dan aktif mengantisipasi terjadinya ketahanan energi dan pangan pada masa depan yang semakin kritis.
BP Migas dan perusahaan kontaktor yang terlibat dalam pengembangan Lapangan Banyu Urip diminta berusaha semaksimal mungkin untuk mempercepat penyelesaian proyek ini menjadi 30 bulan. Pengerjaan proyek ini sudah menunjukkan beberapa perkembangan yang signifikan. Saat ini, dua rig yang akan digunakan untuk proyek ini sedang dibangun di Batam.
Pemerintah mengharapkan produksi perdana dari pengembangan penuh Lapangan Banyu Urip bisa dipercepat menjadi di Juli 2014 dengan estimasi produksi awal sekitar 90.000 barel per hari. Skala produksi penuh diharapkan bisa terwujud pada Oktober 2014 dengan tingkat produksi 165.000 barel per hari.
Saat ini realisasi produksi minyak rata-rata Indonesia adalah sekitar 904 ribu barel per hari. Jika ada tambahan sekitar 165 ribu barel per hari dari Blok Cepu, maka target 1 juta barel per hari bisa tercapai.
(dnl/hen)











































