Waduh! Cadangan Minyak Indonesia Turun Drastis

Waduh! Cadangan Minyak Indonesia Turun Drastis

- detikFinance
Minggu, 18 Des 2011 13:38 WIB
Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mencatat penurunan cadangan minyak dan gas bumi (migas). Penurunan paling drastis terjadi pada cadangan minyak yang pada 1 Januari 2011 mencapai 4,039 miliar barel. Sedangkan estimasi cadangan terbukti di 2012, mencapai 3,925 miliar barel.

Deputi Pengendalian Operasi BPMIGAS Rudi Rubiandini, mengatakan, cadangan terbukti gas bumi juga mengalami tren penurunan namun tidak sedrastis minyak. Pada awal Januari 2011 cadangan terbukti mencapai 104,7 triliun standar kaki kubik gas bumi, sedangkan estimasi di Januari 2012 104,5 triliun kaki kubik gas.

"Tambahan cadangan yang ditemukan pada 2011 lebih kecil dibanding produksinya," kata Rudi dalam rilis yang dipublikasikan di Jakarta, Minggu (18/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang 2011, BP Migas mencatat tambahan cadangan migas baru masing-masing 215,5 juta barel minyak dan 2,86 triliun kaki kubik gas bumi. Namun realisasi produksinya jauh lebih tinggi, atau sekitar 329,9 miliar barel minyak dan 3,08 triliun kaki kubik gas.

Untuk itu, ia menegaskan, peningkatan eksplorasi mutlak dilakukan. BP Migas selaku regulator kegiatan hulu migas pemerintah mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKS), memprioritaskan program eksplorasi di lahan tidur.

Ia menerangkan, pihaknya akan melakukan peninjauan ulang potensi eksplorasi di lahan tidur di seluruh Indonesia. "Selain itu, agar kegiatan eksplorasi area marginal dan frontier lebih menarik, BPMIGAS berencana mengajukan rumusan kriteria insentif," tambahnya.

Sedangkan wilayah eksplorasi, harus didorong pelaksanaan komitmen pasti. "Dalam pemilihan pemenang wilayah kerja perlu dilakukan screening test yang lebih ketat untuk mendapatkan kontraktor yang mampu secara finansial, teknis, dan sumber daya manusia," ujar Rudi.


(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads