Setelah 6 Tahun, Pemda NTB Stop Dana Bantuan Sewa Mesin PLN

Setelah 6 Tahun, Pemda NTB Stop Dana Bantuan Sewa Mesin PLN

- detikFinance
Selasa, 20 Des 2011 14:56 WIB
Mataram - Pemda Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai tahun 2012 menghentikan anggaran sewa mesin pembangkit berkapasitas 5 MW yang digunakan PLN Wilayah NTB mengatasi pasokan listrik di Lombok. Bantuan sudah berlangsung sejak enam tahun silam itu distop karena pemda menilai PLN sudah mampu mengatasi krisis listrik.

"Mulai tahun depan, tidak ada lagi dukungan dana di APBD NTB untuk penyewaan mesin listrik, karena diasumsikan krisis listrik telah berlalu," kata Asisten Tata Pemerintahan dan Aparatur Pemda NTB, Nasibun, di Mataram, Selasa (20/12/2011).

Nasibun mengatakan, DPRD NTB telah menetapkan APBD NTB tahun 2012 pada 17 Desember 2011 dan kini tengah dievaluasi Menteri Dalam Negeri. Ia memastikan, tidak ada lagi dana untuk sewa mesin pembangkit dalam dokumen APBD itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penghentian alokasi anggaran untuk sewa mesin pembangkit karena Pemprov NTB mengasumsikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN, di Dusun Jeranjang, Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, berkapasitas 1 x 25 Mega Watt (MW) sudah mulai operasi tahun 2012.

PLTU itu harusnya sudah mulai beroperasi pada Agustus 2011, namun molor dikarenakan mesin PLTU buatan China, tiga kali rusak saat mesin PLTU tengah uji coba.

"Pemerintah daerah tetap berkeyakinan, PLTU itu akan rampung dan mulai beroperasi tahun 2012. PLN juga menyampaikan hal itu ke pemda," kata Nasibun.

Selain itu, jika tak ada aral melintang, di lokasi yang sama, masih akan beroperasi PLTU berkapasitas 2 x 25 MW yang kini dalam proses pembangunan. Proyek ini sudah selesai tengah 2012 dan mulai interkoneksi ke jaringan PLN pada penghujung tahun.

Pemda NTB mulai menyiapkan alokasi dana di APBD untuk sewa mesin pembangkit membantu PLN mengatasi pasokan listrik di Lombok sejak 2005 silam. Saat itu Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan Pulau Lombok sebagai daerah krisis listrik.

Pada 2005, Pemda menyiapkan dana Rp 5 miliar untuk menyewa mesin pembangkit diesel dengan kapasitas 5 MW. Mesin sewa itu ditempatkan menyatu dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel milik PLN di Paok Motong, Lombok Timur. Untuk pengoperasian, PLN menyiapkan bahan bakarnya.

Pada 2008, alokasi anggaran naik menjadi Rp 8 miliar. Selanjutnya pada 2009 turun menjadi Rp6 miliar. Pada 2010 alokasi anggaran turun lagi menjadi Rp5,8 miliar setelah penambahan Rp600 juta di APBD Perubahan. Sementara tahun 2011 dialokasikan sebesar Rp 5 miliar.

"Sekarang PLN kan bisa mandiri. Sudah bagus," kata Nasibun.

Sebelumnya, General Manager PLN Wilayah NTB, Satri Fanalu mengatakan sejak awal Oktober 2011 pasokan listrik di Lombok sudah surplus 6 MW. Saat itu, beban puncak mencapai 124 MW, sementara daya mampu pembangkit mencapai 130 MW.

Hanya saja, karena masih riskan, apalagi operasi PLTU Jeranjang juga molor, mulai Oktober 2011, PLN juga mengoperasikan mesin sewa dengan kapasitas 30 MW masing-masing 2 x 10 MW yang disewa dari PT Bima Golden, dan 1 x 10 MW yang disewa dari Cocindo. Dana sewa berasal dari internal PLN.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads