"Setelah melakukan beberapa tes, dengan mesin buatan China, PLTU ini sebenarnya mampu mencapai 656 MW sehingga mampu memenuhi target yakni 1x625 MW," kata General Manager PT PLN Pembangkit Indramayu, Ria Tri Sakya, dalam peresmian Pengoperasian PLTU I Suralaya, Banten, Rabu (28/12/11).
Dikatakannya, pihaknya juga sudah menandatangani kontrak dengan para investor pemasok batubara selama 20 tahun yang berasal dari Kalimantan dan Sumatera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendanaan proyek ini terdiri dari pendanaan PLN dan melalui buyer credit, dengan biaya investasi sebesar US$ 368 dan Rp 1 triliun. Bank yang membiayai proyek ini adalah CEXIM Bank untuk pendanaan valas dan porsi rupiah oleh Bank Mega," ungkap Nur Pamudji.
Selain itu, kata Pamudji, PLTU I Banten-Suralaya ini akan memakan konsumsi batubara sebesar kurang lebih 2,9 juta ton per tahun, ekuivalen 1,2 juta kilo liter BBM pertahun.
"Nantinya PLTU ini akan memberikan penghematan sebesar Rp 7,5 triliun per tahun," tandas Pamudji.
(hen/hen)











































