Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto mengatakan tower 354 yang digergaji dan roboh ini bertegangan 150 kV pada jalur Idie-Lhokseumawe, tepatnya di Desa Matang Sijuk Barat, Kecamatan Baktia Barat, Kabupaten Aceh Utara (sekitar 10 km dari ibukota Kabupaten Lhoksukon)
"Akibat robohnya Tower 354, telah mengakibatkan Tower 353 turut mengalami kerusakan kecil atau posisi tower agak miring akibat kaki tower mengalami kerusakan ringan/bengkok," jelas Bambang dalam keterangan yang dikutip, Senin (9/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah kedua tower emergency selesai didirikan, maka akan segera dilakukan pemindahan jaringan dari tower yang roboh ke tower emergency (darurat)," kata Bambang.
Menurut Bambang, kondisi pasokan listrik ke seluruh wilayah Aceh saat ini aman. Hal ini karena satu sirkit SUTT pada ruas Idie-Lhokseumawe tetap bisa operasi normal menyalurkan listrik. Selain itu, juga dilakukan optimalisasi semua PLTD yang ada di Aceh (dengan perkiraan kapasitas 160 MW).
Setelah jaringan dipindahkan ke tower emergency, maka akan dilakukan upaya untuk mendirikan/membangun tower SUTT yang roboh tadi secara permanen. Sedangkan untuk tower yang mengalami kerusakan ringan (tower 353) akan dilakukan perbaikan.
"Dari hasil pemeriksaan dilapangan, diduga tower SUTT tersebut roboh (salah satu kakinya lepas) karena digergaji oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya gergaji, pelumas (oli) dan kaleng minuman di lokasi kejadian. Seluruh barang bukti tadi sudah disita oleh aparat Kepolisian Polres Aceh Utara," tukas Bambang.
(dnl/ang)











































