Dapat 'Bisikan' dari Inggris, Wamen ESDM Usul 2 Opsi 'BBM Subsidi' Baru

Dapat 'Bisikan' dari Inggris, Wamen ESDM Usul 2 Opsi 'BBM Subsidi' Baru

- detikFinance
Kamis, 19 Jan 2012 17:25 WIB
Dapat Bisikan dari Inggris, Wamen ESDM Usul 2 Opsi BBM Subsidi Baru
Jakarta - Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo menyiapkan 4 opsi untuk mengurangi subsidi Bahan Bakar Premium. Dua diantaranya merupakan opsi baru yang belum disampaikan kepada anggota DPR RI.

Pertama, kenaikan harga BBM premium untuk mobil pribadi setiap tahun hingga mencapai harga keekonomisannya. Saat ini harga premium bersubsidi adalah Rp 4.500 per liter, sementara keekonomiannya sekitar Rp 8.000 per liter.

"Naikkan harga premium untuk mobil pribadi tiap tahun, sebagai contoh 1 April Tahun 2012 menjadi Rp 6.000 per liter, tahun 2013 menjadi Rp 7.000 per liter dan 2014 menjadi Harga Pasar, sekitar Rp 8.000 per liter," ujarnya saat ditemui di Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, menaikkan harga BBM premium per 1 April 2012 hingga harga pasar yakni sekitar Rp 8.200/liter untuk wilayah Jakarta, kemudian disusul daerah-daerah lainnya sampai akhir 2014.

"Yang opsi itu sudah diusulkan Pak Jero Wacik, nah yang kedua ini belum," ujarnya.

Sedangkan opsi baru, Widjajono mengaku mendapat wejangan dari temannya yang berasal dari Inggris. Opsi ketiga, menaikkan harga premium untuk mobil pribadi secara otomatis 5% tiap bulan. Dengan demikian, dalam 18 bulan harga bensin premium menjadi Rp 8.100/ liter.

"Ini dapat dari temen orang Inggris, kenapa kamu tidak menaikkan kayak di Inggris saja 5 persen per bulan jadi butuh waktu 18 bulan. Kalau listrik kan 1 persen saja jadi nanti 10 bulan butuh waktunya untuk 10 persen," tegasnya.

Keempat, menarik beberapa komponen pembentukan harga BBM subsidi secara bertahap. Harga Premium terdiri dari Biaya Premium ditambah Alpha ditambah Pajak. Saat ini biaya premium, US$ 110/ barel, atau Rp 6.500 per liter dan margin Rp 700 perliter serta pajak 15 persen, Rp 1.000 per liter maka Harga Premium adalah Rp 8.200 per liter. Apabila 1 April 2012 ini Alpha yang merupakan Biaya distribusi ditambah Margin dan Pajak ditanggung Pemerintah maka Harga Premium adalah Rp 6.500/liter.

"Kemudian 1 April 2013 bisa hanya Pajak yang ditanggung Pemerintah sehingga Harga Premium Rp 7200/liter dan 1 April 2014 dikenakan Pajak maka Harga Premium Rp 8200/ liter," paparnya.

Widjajono memberikan catatan, untuk semua opsi tersebut bisa dimulai pada 1 April 2012. Bahkan sebaiknya mulai hari ini perbaiki transportasi umum dan kendaraan umum beralih ke BBG.

"Kendaraan pribadi dapat memakai BBM tidak bersubsidi atau BBG," pungkasnya.


(nia/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads