"Naik Rp 500 saja sudah cukup," ujar Anggito ketika dihubungi detikFinance, Jumat (20/1/2012).
Menurut mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu ini, BBG tidak diminati oleh para pengguna mobil karena masih murahnya harga BBM subsidi. Jadi lewat kenaikan harga BBM subsidi, tanpa perlu dikomando masyarakat bisa saja berinisiatif beralih menggunakan BBG yang lebih murah, aman, dan ramah lingkungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengakui perpindahan dari minyak ke gas bukan merupakan hal yang rumit. Namun, ia mengembalikan semuanya kepada pemerintah terlebih soal pembangunan infrastruktur gas.
Menurutnya, pemerintah tidak perlu menggunakan opsi pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. Lebih baik pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur bahan bakar gas (BBG).
Sebelumnya, Anggito pernah mengkritik habis pemerintah karena tidak mengikuti saran tim kajian yang diketuainya mengenai kebijakan BBM subsidi. Padahal, tim itu bekerja berdasarkan pemerintah.
Rencana pembatasan BBM subsidi yang rencananya akan dilaksanakan April dalam pandangannya akan berdampak besar pada rakyat. Ia juga mengatakan jika pemerintah menggunakan salah satu opsi yang dihasilkan oleh timnya maka rakyat akan cepat menyesuaikan diri.
(dnl/dnl)











































