Dalam ketrangan di situs Ditjen Migas, Jumat (17/2/2012), Pertamina berniat melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan mengaktifkan kembali kerjasamanya dengan Irak untuk pengembangan Blok Tuba dan Western Dessert III.
Jika pengembangan ini berhasil maka sebagian minyak yang dihasilkan akan digunakan untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keinginan Pertamina untuk berekspansi ke Irak ini terungkap dalam pertemuan antara Dirjen Migas Evita Legowo dengan Pertamina kemarin.
Pertamina mengharapkan dukungan pemerintah dalam bentuk kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Irak, terutama di bidang ESDM dan keterlibatan langsung pemerintah Indonesia dalam kerjasama dengan Irak.
Menanggapi ini, Evita menyambut baik rencana tersebut dan meminta Pertamina menyampaikan laporan resmi kepada Menteri ESDM Jero Wacik mengenai hasil kunjungan Dirut Pertamina Karen Agustiawan ke Irak dan rencana kerjasama dengan Irak.
"Sementara itu, Ditjen Migas akan mulai menjajaki rencana kerjasama G to G di bidang ESDM dengan pemerintah Irak," kata Evita.
Dipilihnya Irak sebagai salah satu rencana investasi hulu migas Pertamina karena negara tersebut tercatat pada peringkat empat negara yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun produksinya masih relatif terbatas. Cadangan minyak Irak diperkirakan sekitar 143 miliar barel.
Selain itu, sebagai negara terbuka baru (pasca perang), Pemerintah Irak membuka peluang investasi dari investor internasional. Negara yang pernah dipimpin Saddam Husein tersebut, menawarkan sejumlah insentif yang menarik.
Sebelumnya, pemerintah Irak melalui Duta Besar Irak untuk Indonesua Ismieal S. Muhsin mengajak Pertamina menggarap sumur minyak dan gas di Irak. Ajakan ini disampaikan melalui Kementerian ESDM.
(dnl/hen)











































