Minyak Tembus US$ 120, Pemerintah Belum Tentukan Sikap Soal BBM

Minyak Tembus US$ 120, Pemerintah Belum Tentukan Sikap Soal BBM

- detikFinance
Selasa, 21 Feb 2012 12:55 WIB
Minyak Tembus US$ 120, Pemerintah Belum Tentukan Sikap Soal BBM
Jakarta - Pemerintah belum juga menentukan sikap soal BBM subsidi apakah akan dibatasi konsumsinya atau dinaikkan harganya. Padahal harga minyak dunia sudah tembus US$ 120 per barel.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menegaskan, saat ini masih banyak opsi yang sedang dipertimbangkan pemerintah soal BBM subsidi.

Namun, Armida belum bisa merinci opsi kenaikan harga BBM subsidi berapa besar ataukah pembatasan penggunaan BBM subsidi per wilayah yang akan dilaksanakan pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan opsi lagi disiapkan. Apakah ini, bisa macam-macam. Jadi per liter subsidinya berapa, kita lakukan sama-sama. Kenaikan atau konversi (BBG) itu belum. Nanti setelah diputuskan, akan saya kasih gambaran konkret. Kita kasih hitungan inflasinya berapa," tegas Armida usai acara pelantikan Kepala BPS yang baru, Suryamin di kantornya, Senopati, Jakarta, Selasa (21/2/2012).

Armida menegaskan kebijakan konversi BBM ke BBG tetap dilaksanakan pemerintah, mengingat dalam jangka panjang tidak bisa lagi mempertahankan minyak yang harganya pun terus melambung.

"Kita berpikir jangka panjang, dan konversi itu harus. Banyak pula negara yang telah melakukan konversi, dan kita sudah mulai dengan transportasi umum," tuturnya.

Diakui Armida, sat ini banyak asumsi makro yang dibuat pemerintah melesat dari kondisi riil, ini bakal membuat anggaran bengkak. Tentu dengan demikian kebijakan soal BBM subsidi menjadi penting.

"Kita lihatnya dalam satu paket. ICP (harga minyak) saat ini sudah di atas US$ 110 per barel, asumsinya US$ 90 per barel. Lifting (produksi minyak) 950 ribu barel per hari, namun pertumbuhannya lambat. Asumsi makro yang sudah ada agak meleset," tambah Armida.


(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads