Demikian disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Faisal Basri dalam sebuah dialog ekonomi di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (21/2/2012).
"Defisit minyak sampai sekarang US$ 20 miliar, defisit BBM US$ 23 miliar, impor BBM tahun lalu US$ 28 miliar. Kita pengimpor BBM terbesar di dunia, dulu terbesar di Asia sekarang di dunia. Coba bayangkan bakal dibawa ke neraka kita sama Pak SBY. Gila membiarkan tidak menaikkan harga BBM subsidi," tutur Faisal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Indonesia juga sudah tidak memiliki lagi kedaulatan di sektor manufaktur. Ini karena pada sejak 2008 sektor manufaktur makin merosot. Indonesia jadi lebih banyak melakukan impor ketimbang ekspor manufaktur.
"Yang paling mengkhawatirkan defisit keuangan yang paling saya takuti karena porsi terbesar cadangan devisa di modal jangka pendek termasuk utang saya tidak bisa paham kenapa Pak SBY bangga sekali karena utang negara turun," ujarnya.
(dnl/hen)











































