Tidak ingin Indonesia menjadi korban 'perang' kedua negara tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ingin memanfaatkan situasi tersebut.
"Ide yang cukup baik, jika kita memanfaatkan situasi AS-Iran ini, salah satunya membeli minyak Iran namun dengan harga diskon yang sangat menarik. Itu akan saya coba," ujar Dahlan, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak ingin mereka yang perang rakyat kita yang menjadi korbannya," ujar Dahlan.
Sebelumnya, akibat situasi memanas kedua negara, harga minyak mentah jenis Brent sudah bertengger di angka US$ 120/barel. Sementara perhitungan harga minyak yang ditetapkan dalam APBN 2012 adalah sebesar US$ 90/barel. Artinya semakin mahal minyak mentah maka akan semakin besar pula subsidi BBM oleh negara.
(dnl/dnl)











































