Hari Ini Pemerintah Sibuk Ngurusin BBM

Hari Ini Pemerintah Sibuk Ngurusin BBM

- detikFinance
Selasa, 28 Feb 2012 13:32 WIB
 Hari Ini Pemerintah Sibuk Ngurusin BBM
Jakarta - Pemerintah hari ini fokus membahas bahan bakar minyak (BBM). Siang ini Menteri ESDM, Jero wacik akan mencoba 'merayu' Komisi VII DPR RI untuk menyetujui usulan atau opsi kenaikan harga BBM.

Sementara dihari yang sama di Kementerian Perekonomian juga dijadwalkan akan membahas dampak kenaikan BBM bersama 34 Menteri.

"Selasa (28/2/2012) Menteri ESDM harus secara resmi mengajukan opsi kenaikan harga, agar proses selanjutnya lebih cepat," ujar Satya, senin (27/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditegaskan Satya, pertemuan nanti (hari ini) antara Komisi VII dengan pemerintah harus menghasilkan suatu keputusan.

"Mau naik, berapa naiknya, bagaimana dampak kepada rakyat, semuanya harus dibahas dan menghasilkan suatu kesepakatan. Ini penting, agar hasil keputusan tersebut segera dibawa ke Banggar (badan anggran) untuk disetujui perubahan opsi yang akan dilakukan di APBN-Perubahan serta dibahas secapatnya di Komisi XI mengenai anggarannya sehingga bisa segera dibawa ke paripurna untuk dimasukkan dalam APBN-Perubahan 2012," jelas Satya.

Sebelumnya, Wakil Anggota Komisi XI DPR Achsanul Qasasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/2/2012) mengungkapkan kenaikan BBM diperkirakan akan terjadi pada Maret 2012.

"Mungkin Maret (APBN-P) akan diajukan kepada kita. Menkeu sudah mengusulkan, awal Maret akan diusulkan APBN-P. Dan ini lebih cepat dari biasanya. Biasanya kita terima pengajuan itu Juni atau Juli. Saya kira ini bagus," ujar Achsanul.

Politisi Partai Demokrat ini menyatakan, kenaikan harga BBM subsidi bisa dilakukan asal pemerintah mengajukan APBN-P 2012.

"Jadi kalau Maret, paling lama satu bulan setelah diajukan, Mei sudah bisa dijalankan (kenaikan BBM). Makanya kami minta teman-teman Komisi XI dan komisi lainnya untuk tidak mengagendakan agenda perjalanan dan fokus pada APBN-P ini," tutur Achsanul.

Sebelumnya Presiden SBY memang menyatakan, mau tidak mau harga BBM harus dinaikkan karena harga minyak dunia rata-rata sudah menyentuh US$ 115 per barel atau di atas perhitungan anggaran pemerintah US$ 90 per barel.

Besaran kenaikan harga yang beredar saat ini adalah antara Rp 500-Rp 2.000 per liter. Ini masih harus dirundingkan antara pemerintah dengan Komisi VII DPR.

Partai Golkar mendukung keputusan pemerintah terhadap keinginan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Bahkan partai berlogo pohon beringin tersebut menyarankan premium naik Rp 2.000 atau menjadi Rp 6.500/liter.

Menurut sekjen DPP Partai Golkar, Satya W Yudha, kenaikan Rp 2.000 kata para pengamat perminyakan bisa menghemat anggaran negara mencapai sekitar Rp 57 triliun.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads