Demikian disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (2/3/2012).
"Sekarang ini kalau kita biarkan karena harga minyak yang meningkat itu bisa terjadi subsidi itu meningkat untuk BBM saja Rp 55 triliun, untuk listrik itu meningkat Rp 53 triliun, itu kalau situasinya seperti sekarang ini," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi artinya sehubungan dengan adanya kenaikan-kenaikan dibandingkan dengan asumsi. Jadi kita pasti akan berupaya untuk mengendalikan subsidi ini supaya jangan setingkat itu. Jadi akan ada respon kita ke pengelolaan subsidi baik itu subsidi BBM maupun listrik," paparnya.
Namun, agar inflasi dapat terjaga maka Agus Marto menyatakan pemerintah akan melakukan penyesuaian harga tidak secara bersamaan.
"Nanti kita akan atur supaya kita tidak hanya secara fiskal sehat, tetapi kita juga jaga supaya inflasi terkendali, supaya kesejahteraan rakyat jangan terdampak, bahkan kita harus siap mengelola tingkat kemiskinan kita. Jadi ini semua akan kita kendalikan, kita upayakan mengelola supaya baik," tutur Agus.
"Artinya kalau kamu punya concern tentang apakah itu bersamaan tentu kita jaga supaya jangan tahu-tahu inflasi menjadi tinggi karena kalau bersamaan inflasi bisa tinggi, tetapi BBM dan listrik yang masing-masing kalau tidak dikelola dengan baik akan membuat subsidi kita meningkat jauh, itu akan kita kelola," imbuh Mantan Dirut Bank Mandiri ini.
(nia/dru)











































