BBM dan TDL Nggak Naik, Anggaran 'Jebol' Rp 108 Triliun

BBM dan TDL Nggak Naik, Anggaran 'Jebol' Rp 108 Triliun

- detikFinance
Jumat, 02 Mar 2012 13:54 WIB
BBM dan TDL Nggak Naik, Anggaran Jebol Rp 108 Triliun
Jakarta - Anggaran pemerintah bisa 'jebol' hingga Rp 108 triliun di tahun 2012 ini. Hal tersebut bisa terjadi jika tidak ada penyesuaian Tarif Dasar Listrik (TDL) dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (2/3/2012).

"Sekarang ini kalau kita biarkan karena harga minyak yang meningkat itu bisa terjadi subsidi itu meningkat untuk BBM saja Rp 55 triliun, untuk listrik itu meningkat Rp 53 triliun, itu kalau situasinya seperti sekarang ini," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Agus Marto, bobolnya anggaran tersebut akibat adanya kenaikan harga minyak. Untuk itu, lanjutnya, perlu dilakukan suatu tindakan guna mengantisipasi agar anggaran tidak bobol, yaitu dengan kenaikan TDL dan BBM.

"Jadi artinya sehubungan dengan adanya kenaikan-kenaikan dibandingkan dengan asumsi. Jadi kita pasti akan berupaya untuk mengendalikan subsidi ini supaya jangan setingkat itu. Jadi akan ada respon kita ke pengelolaan subsidi baik itu subsidi BBM maupun listrik," paparnya.

Namun, agar inflasi dapat terjaga maka Agus Marto menyatakan pemerintah akan melakukan penyesuaian harga tidak secara bersamaan.

"Nanti kita akan atur supaya kita tidak hanya secara fiskal sehat, tetapi kita juga jaga supaya inflasi terkendali, supaya kesejahteraan rakyat jangan terdampak, bahkan kita harus siap mengelola tingkat kemiskinan kita. Jadi ini semua akan kita kendalikan, kita upayakan mengelola supaya baik," tutur Agus.

"Artinya kalau kamu punya concern tentang apakah itu bersamaan tentu kita jaga supaya jangan tahu-tahu inflasi menjadi tinggi karena kalau bersamaan inflasi bisa tinggi, tetapi BBM dan listrik yang masing-masing kalau tidak dikelola dengan baik akan membuat subsidi kita meningkat jauh, itu akan kita kelola," imbuh Mantan Dirut Bank Mandiri ini.

(nia/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads