Jero Wacik: 3 Tahun BBM Pernah Rp 6.000, Jadi Tidak 'Wah'

Jero Wacik: 3 Tahun BBM Pernah Rp 6.000, Jadi Tidak 'Wah'

Luhur Hertanto - detikFinance
Senin, 05 Mar 2012 11:37 WIB
Jero Wacik: 3 Tahun BBM Pernah Rp 6.000, Jadi Tidak Wah
Jakarta -

Pemerintah menyatakan rencana kenaikan harga BBM subsidi Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 tidak mengejutkan. Sebab, 3 tahun yang lalu harga BBM subsidi juga pernah Rp 6.000/liter.

Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/3/2012).

"Sudah diajukan kemarin suratnya oleh Menteri Keuangan 29 Februari, naik Rp 1.500 menjadi Rp 6.000. Angka 6000 pernah kita alami selama 3 tahun jadi bukan angka baru sebenarnya. Jadi biar masyarakat tidak 'wah' Rp 6.000' ya. Memang kenaikan harga, jangankan naik Rp 1.500, naik Rp 100 saja sudah persoalan," tutur Jero.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang harga BBM pernah dinaikkan menjadi Rp 6.000/liter pada 2008 silam, setelah akhirnya diturunkan lagi. Menurut Jero, kenaikan harga tersebut sudah sangat beralasan karena harga minyak naik, dan di Februari mencapai sudah menembus US$ 120 per barel.

"Jadi mari kita tata yang baik, kompensasinya sedang kami siapkan yang baik. Negosiasi dan pembahasan dengan DPR sedang berjalan. Belum putus ini, jadi mengapa dengan DPR harus berjalan baik karena ini memang tugas kami, tugas kita semua," kata Jero.

Jero berharap kenaikan yang diajukan pemerintah ini tidak berubah, karena itu angka yang paling pas saat ini. Pemerintah berupaya agar sebelum 1 April 2012 harga BBM subsidi akan naik. Kompensasi berupa bantuan langsung tunai (BLT) pun sudah disiapkan.

"Ekonomi dunia harus kita monitor setiap hari, jadi untuk sampai dengan hari ini itu dulu. Jadi kita akan ajulan itu kepada DPR," tukas Jero.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads