Pemerintah menyatakan rencana kenaikan harga BBM subsidi Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 tidak mengejutkan. Sebab, 3 tahun yang lalu harga BBM subsidi juga pernah Rp 6.000/liter.
Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/3/2012).
"Sudah diajukan kemarin suratnya oleh Menteri Keuangan 29 Februari, naik Rp 1.500 menjadi Rp 6.000. Angka 6000 pernah kita alami selama 3 tahun jadi bukan angka baru sebenarnya. Jadi biar masyarakat tidak 'wah' Rp 6.000' ya. Memang kenaikan harga, jangankan naik Rp 1.500, naik Rp 100 saja sudah persoalan," tutur Jero.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi mari kita tata yang baik, kompensasinya sedang kami siapkan yang baik. Negosiasi dan pembahasan dengan DPR sedang berjalan. Belum putus ini, jadi mengapa dengan DPR harus berjalan baik karena ini memang tugas kami, tugas kita semua," kata Jero.
Jero berharap kenaikan yang diajukan pemerintah ini tidak berubah, karena itu angka yang paling pas saat ini. Pemerintah berupaya agar sebelum 1 April 2012 harga BBM subsidi akan naik. Kompensasi berupa bantuan langsung tunai (BLT) pun sudah disiapkan.
"Ekonomi dunia harus kita monitor setiap hari, jadi untuk sampai dengan hari ini itu dulu. Jadi kita akan ajulan itu kepada DPR," tukas Jero. (dnl/ang)











































