Kebijakan ini dilakukan sehingga PLN bisa melakukan penghematan yang lebih lagi serta menggunakan pembangkit berbahan bakar non BBM.
"Selama kita gunakan listrik mayoritas BBM, solar bensin. Maka cost yang harus ditanggung 36-40 sen per kwh. Kalau gas 7 sen per kwh, batubara 6 sen per kwh, sementara geothermal maksimal 9 sen per kwh," tutur Jero di kantor Bappenas, Jakarta, Jumat (9/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau nanti energi itu dipakai, dilakukan maka subsidi PLN akan drop. Kita akan hitung. Lihat akan turun, dahsyat. Lihat saya meletakkan jabatan di 2014," kata Jero.
"Saya juga perintahkan Dirut PLN, jangan ada lagi pembangkit listik baru dengan tenaga BBM," tukas Jero.
(dnl/ang)











































