"Berapapun permintaan tambahan BBM bersubsidi, mau bagaimana pun antreannya, Pertamina saat ini tidak akan menambah pasokan BBM ke SPBU di luar kuota yang sudah ditetapkan masing-masing SPBU," kata VP Corporate Communication Pertamina Mochammad Harun kepada detikFinance, Sabtu (10/3/2012).
Pasalnya menurut Harun, jika dituruti permintaan tambahan pasokan, maka sama saja memakmurkan para penimbun BBM. "Kalau terus minta tambahan dan kita kasih sama saja memuluskan jalan bagi para penimbun BBM, berapapun kami (Pertamina) tambah akan terus habis untuk ditimbun,β kata Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi biarpun antreannya panjang, kami akan tetap mengirim BBM sesuai kuota, tidak ada tambahan, karena kondisi saat ini, kalau ditambah kami yakin pasti ditimbun. Kalau mau ditambah syaratnya kepolisian tangkapin dulu penimbun BBM biar mereka jera," tegasnya.
Untuk itu, Harun mendorong pihak kepolisian dan satgas khusus yang dibentuk untuk mengawasi distribusi BBM, agar menegakkan hukum dengan menindak para penimbun BBM. "Karena kami tidak bisa menegakkan hukum, yang bisakan pihak kepolisian," tandas Harun.
Seperti diketahui, pemerintah mengajukan kenaikan harga BBM subsisi Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 per liter di April 2012. Karena pengumuman pemerintah ini muncul aksi spekulasi menimbun BBM untuk mendapatkan untung.
(rrd/dnl)











































