Pemerintah menyatakan kebijakan kenaikan harga BBM tak hanya dilakukan pada masa pemerintahan Presiden SBY saja. Semua presiden yang pernah menjabat, kecuali BJ Habibie yang masa pemerintahannya singkat, pernah menaikkan harga BBM.
Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik seperti dikutip dari situs Kementerian ESDM, Senin (19/2/2012).
"Sampai saat sekarang kita telah memiliki enam presiden, Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Sukarno Putri dan Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak zaman Orde Baru sampai zaman Reformasi ini semua presiden (kecuali BJ Habibie) pernah menaikkan harga BBM Bersubsidi," tutur Jero.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal itu dapat kita rasakan dengan membuka klipping koran di masa-masa yang lalu dan membaca pidato serta ucapan para Presiden kita ketika mereka menaikkan harga BBM Bersubsidi. Umumnya ucapan mereka senada, menyatakan keputusan itu terpaksa diambil walaupun keputusan itu tidak populer karena mereka tidak mementingkan popularitas mereka dengan membiarkan ekonomi negara merosot yang pada akhirnya nanti akan menyulitkan rakyat," papar Jero.
Jero mengakui, saat ini pemerintah sedang bekerja keras untuk membatasi konsumsi BBM secara alami tanpa paksaan, dengan cara menyediakan energi alternatif yang lebih murah dari BBM. Pemerintah sedang berusaha menambah jumlah SPBG sehingga bahan bakar gas bisa tersedia luas.
"Tahun 2011 di Indonesia jumlah mobil bertambah 900 ribu buah dan sepeda motor bertambah 7 juta buah. Semua itu membutuhkan penyediaan BBM yang bertambah besar," tukas Jero.
Seperti diketahui, pemerintah mulai April 2012 ini direncanakan akan menaikkan harga BBM subsidi Rp 1.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter. (dnl/ang)










































